Sabtu, 22 November 2008

TIPS MERAWAT KOMPUTER

Tips Merawat Komputer

Defrag harddisk secara berkala. Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write sehingga beban kerja akan lebih ringan yg akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk. Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk DefragmenterSaat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yg berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini.Aktifkan screensaver Selain bersifat estetis, screensaver mempunyai fungsi lain yg penting. Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor Anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi.Cara+ mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display > klik tab screensaver, kemudian pilih sesuai selera Anda.
Ventilasi yang cukup Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancar. Ventilasi yg kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapat memperpendek umur komponen tsb. Oleh karena itu usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan.Pakailah UPS atau stavolt.Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yg dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.Tutup / close program yg tidak berguna Setiap program yg diload atau dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yg tersita. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yg akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.
Install program antivirus dan update secara berkala Untuk dapat mengenali virus/trojan2 baru sebaiknya update program antivirus secara berkala. Virus yg terlanjur menyebar di komputer dapat membuat Anda menginstall ulang komputer. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk Anda akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.
Bersihkan Recycle Bin secara rutinSebenarnya file/folder yg kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin ini dengan maksud agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yg sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yg dapat menyebabkan pembacaan harddisk jadi lelet.Caranya jalankan Windows Explorer > klik Recycle Bin > klik File > klik Empty Recyle BinAtau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup Caranya Klik Start > Program > Accessories > System Tool > Disk Cleanup > kemudian pilih drive yg mau dibersihkan > setelah itu centangilah opsi Recycle Bin kalau perlu centangi juga yg lain (seperti temporary file, temporary internet file), setelah klik OK.Jangan meletakkan Speacker Active terlalu dekat dengan monitorKarena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.Uninstall atau buang program yg tidak bergunaRuang harddisk yg terlalu banyak tersita akan memperlambat proses read/write harddisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak.Bersihkan motherboard & periferal lain dari debu secara berkalaSetidaknya enam bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer.Pasang kabel ground. Apabila casing nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yg lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yg “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.(diambil dari berbagai sumber)(Semoga Bermanfaat)

Jumat, 14 November 2008

Penciptaan Adam

Penciptaan Adam
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Penciptaan Adam
Setelah Allah SWT. menciptakan bumi, langit, dan malaikat, Allah berkehendak untuk menciptakan makhluk lain yang nantinya akan dipercaya menghuni, mengisi, serta memelihara bumi tempat tinggalnya. Saat Allah mengabari para malaikat akan kehendak-Nya untuk menciptakan manusia, mereka khawatir makhluk tersebut nantinya akan membangkang terhadap ketentuan-Nya dan melakukan kerusakan di muka bumi. Berkatalah para malaikat kepada Allah:
"Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" (Q.S. Al-Baqarah [2]:30)
Allah kemudian berfirman untuk menghilangkan keraguan para malaikat-Nya:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Q.S. Al-Baqarah [2]:30)
Lalu diciptakanlah Adam oleh Allah dari segumpal tanah liat yang kering dan lumpur hitam yang dibentuk sedemikian rupa. Setelah disempurnakan bentuknya, maka ditiupkanlah roh ke dalamnya sehingga ia dapat bergerak dan menjadi manusia yang sempurna. Awalnya Nabi Adam a.s. ditempatkan di surga, tetapi diturunkan oleh Allah ke bumi bersama istrinya karena mengingkari ketentuan Allah.
Adam diturunkan dibumi bukan karena mengingkari ketentuan, melainkan dari sejak akan diciptakan, Allah sudah menunjuk Adam sebagai khalifah di muka bumi. jadi meskipun tidak melanggar ketentuan (Allah) adam akan tetap diturunkan kebumi sebagai khalifah pertama.
Adam merupakan nabi dan juga manusia pertama yang bergelar khalifah Allah yang dimuliakan dan ditinggikan derajatnya. Ia diutus untuk memperingatkan anak cucunya agar menyembah Allah. Di antara sekian banyak anak cucunya, ada yang taat dan ada pula yang membangkang.
[sunting] Kesombongan setan
Saat semua makhluk penghuni surga bersujud menyaksikan keagungan Allah itu, hanya setan yang membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah karena merasa dirinya lebih mulia, lebih utama, dan lebih agung dari Adam. Hal itu disebabkan karena setan merasa diciptakan dari unsur api, sedangkan Adam hanyalah dari tanah dan lumpur. Kebanggaan akan asal-usul menjadikannya sombong dan merasa enggan untuk bersujud menghormati Adam seperti para makhluk surga yang lain.
Disebabkan oleh kesombongannya itulah, maka Allah menghukum setan dengan mengusirnya dari surga dan mengeluarkannya dari barisan para malaikat disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga kiamat kelak. Disamping itu, ia telah dijamin sebagai penghuni neraka yang abadi.
Setan dengan sombong menerima hukuman itu dan ia hanya memohon kepada-Nya untuk diberi kehidupan yang kekal hingga kiamat. Allah memperkenankan permohonannya itu. Tanpa mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, setan justru mengancam akan menyesatkan Adam sehingga ia terusir dari surga. Ia juga bersumpah akan membujuk anak cucunya dari segala arah untuk meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang sesat bersamanya. Allah kemudian berfirman bahwa setan tidak akan sanggup menyesatkan hamba-Nya yang beriman dengan sepenuh hati.
[sunting] Pengetahuan Adam
Allah hendak menghilangkan pandangan miring dari para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmah-Nya yang menyatakan Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang ada di alam semesta yang kemudian diperagakan di hadapan para malaikat. Para malaikat tidak sanggup menjawab firman Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka dan mengakui ketidaksanggupan mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui sesuatupun kecuali apa yang diajarkan-Nya.
Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama benda itu kepada para malaikat dan setelah diberitahu oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka bahwa hanya Dialah yang mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui segala sesuatu yang nampak maupun tidak nampak.
[sunting] Adam menghuni surga
Adam diberi tempat oleh Allah di surga dan baginya diciptakan Hawa untuk mendampingi, menjadi teman hidup, menghilangkan rasa kesepian, dan melengkapi fitrahnya untuk menghasilkan keturunan. Menurut cerita para ulama, Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam sebelah kiri sewaktu beliau masih tidur sehingga saat beliau terjaga, Hawa sudah berada di sampingnya. Allah berfirman kepada Adam:
"Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S. Al-Baqarah [2]:35)
[sunting] Tipu daya setan
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan saat diusir oleh Allah dari surga akibat pembangkangannya, setan mulai merancang skenario untuk menyesatkan Adam dan Hawa yang hidup bahagia di surga yang tenteram dan damai.
Bujuk rayunya dimulai saat ia menyatakan kepada mereka bahwa ia adalah kawan mereka yang ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh iblis untuk membuat Adam dan Hawa terbujuk. Ia membisikkan kepada mereka bahwa larangan Allah kepada mereka untuk memakan buah dari pohon terlarang adalah karena mereka akan hidup kekal sebagai malaikat apabila memakannya. Bujukan itu terus menerus diberikan kepada Adam dan Hawa sehingga akhirnya mereka terbujuk dan memakan buah dari pohon terlarang tersebut. Jadilah mereka melanggar ketentuan Allah sehingga Dia menurunkan mereka ke bumi. Allah berfirman:
"Turunlah kamu! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (Q.S. Al-Baqarah [2]:36)
Mendengar firman Allah tersebut, sadarlah Adam dan Hawa bahwa mereka telah terbujuk oleh rayuan setan sehingga mendapat dosa besar karenanya. Setelah taubat mereka diterima, Allah berfirman:
"Turunlah kamu dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Adam dan Hawa turun ke bumi
Turunlah mereka berdua ke bumi dan mempelajari cara hidup baru yang berbeda jauh dengan keadaan hidup di surga. Mereka harus menempuh kehidupan sementara dengan beragam suka dan duka sambil terus menghasilkan keturunan yang beraneka ragam bentuknya

Tips dan Langkah Bagi anda Yang Kehilangan Telepon Genggam/HP/Ponsel/Telepon Selular Beserta Kartu Sim Card

Tips dan Langkah Bagi anda Yang Kehilangan Telepon Genggam/HP/Ponsel/Telepon Selular Beserta Kartu Sim Card
Setiap harinya pasti akan ada orang yang hp hilang entah itu karena dicopet, terjatuh, teledor, dipalak, ditodong, dijambret, ditipu, dihipnotis, dan sebagainya. Kehilangan telepon seluler dengan tipe terbaru dengan harga yang mahal beserta sim card dengan nomor yang sudah tersebar ke sanak saudara, teman dan relasi tentu saja akan membuat kita panik. Namun anda tidak perlu panik karena semua itu sudah ketentuan Tuhan yang maha esa. Yang perlu anda lakukan adalah seperti di bawah ini, yaitu :
1. Memblokir sim card anda secepat mungkinHal ini berguna agar nomor anda tidak disalah gunakan oleh orang jahat dengan melakukan penipuan, profokasi, propaganda atau pun fitnah yang bisa saja nantinya bisa menyulitkan kehidupan anda di masa yang akan datang. Selain itu berguna juga untuk menjaga agar pulsa kita tetap terjaga dan tidak dihabiskan oleh orang jahat.Untuk memblokir kartu anda, anda dapat menghubungi kantor costumer service atau bisa melalui telepon. Yang penting anda sudah siap dengan bungkus kartu perdana anda karena costumer service mungkin akan memberi pertanyaan yang jawabannya ada di kotak atau bungkus paket kartu perdana anda yang dulu anda beli.
2. Melapor ke polisiBisa saja operator meminta surat keterangan kehilangan resmi dari kepolisian untuk melakukan pemblokiran. Jadi tidak ada salahnya anda berkunjung ke kantor polisi untuk melaporkan kasus anda, siapa tahu hp anda bisa kembali.
3. Beritahu orang penting dan terdekat andaJika anda termasuk orang penting yang sering dihubungi, maka sebaiknya anda membeitahu orang yang sering menghubungi anda. Jika itu berhubungan dengan bisnis, maka hal itu menjadi sesuatu yang wajib anda lakukan. Kalo bisa mendapatkan hp dan nomor cadangan, maka beritahukan mereka nomor sementara anda sampai kondisi normal kembali.
4. Aktifkan kembali sim card anda yang diblokirAnda harus mendatangi kantor costumer service sesuai dengan kartu sim card yang anda gunakan. Jika anda menggunakan telkomsel simpati jangan mendatangi kantor telkom flexi, karena anda yang pasti akan kecewa. Ganti kartu anda dengan yang baru sehingga kartu yag lama tidak akan bisa digunakan lagi dengan biaya yang bervariasi, dan bisa jadi diganti secara gratis.
5. Waspada dan hati-hatiJangan sampai kejadian di atas terulang kembali. Kejahatan tidak saja terjadi karena niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. Jadi waspadalah, jangan terperosok ke dalam lubang yang sama dua kali.
Tambahan yang nggak penting :Tips ini berlaku untuk semua operator seperti telkom flexi, bakrie telecom esia, mobile-8 fren, indosat starone, kartu as, simpati, mentari, matrix, im3, xl bebas, xl jempol, lippo telecom, dan lain sebagainya. :)
- Tips Sangat Penting : catat address book atau daftar nomor telepon anda di beberapa simcard cadangan maupun hangus, pada kertas, pada website free address book atau pada file komputer di pc rumah anda.

Tips Membeli Ponsel/HP/Handphone/PDA Second/Bekas

Tips Membeli Ponsel/HP/Handphone/PDA Second/Bekas

Bagi anda yang suka gonta-ganti HP tapi tidak dengan yang baru alias beli bekas atau second dan juga yang punya rencana suatu saat mau beli ponsel bekas sebaiknya memperhatikan beberapa hal di bawah ini :
1. Perhatikan KelengkapannyaSebisa mungkin usahakan membongkar isi ponsel tersebut. Jangan sampai isi di parts di dalamnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Perhatikan baterai, charger, dan perlengkapan lainnya. Lihat pula enginenya. Jangan sampai mesinnya diganti dengan versi lainnya. Terkadang casing yang masih bagus dapat menipu anda untuk membayar lebih dan tidak membongkar isi ponsel.
2. Tanyakan Kondisi BateraiTanya dengan sopan tentang kondisi baterai, apakah masih baik dan normal atau bermasalah alias bocor. Baterai yang bocor biasanya hanya bartahan satu atau dua hari dalam posisi standby dan beberapa jam saat kondisi sering digunakan. Terkadang penjual sengaja diam agar kita tidak menurunkan harga tawar.
3. Tanyakan GaransiJangan lupa untuk menanyakan jaminan bahwa ponsel tidak akan rusak dalam waktu singkat. Kadang ponsel second adalah hasil perbaikan dari ponsel yang rusak yang belum tentu stabil dan lengkap fungsinya. Bila tidak ada garansi maka anda dapat menurunkan harga tetapi anda akan menanggung resiko yang besar. Garansi beberapa minggu atau bulan akan lebih baik. Minta pula nomor telepon dan alamat yang dapat dihubungi. Sebelum meupun setelah anda beli sebaiknya anda test dulu semua fungsi dari ponsel atau pda tersebut, apakah berjalan dengan wajar dan normal. Segera hubungi yang menjual ketika anda menemukan kejanggalan.
4. Survey HargaSebaiknya anda survey dulu harga ponsel dan pda second yang berlaku saat itu. Pengetahuan anda tentang harga akan menyelamatkan anda dari membayar lebih mahal dan harga pasar. Untuk mengetahui harga anda dapat mengecek di koran atau media yang banyak memuat harga ponsel dan pda second seperti koran harian poskota dan situs http://www.ponseljakarta.com
5. CurigaApabila anda menawar kepada orang yang tidak anda kenal di jalan maupun di counter sebaiknya anda selalu menanamkan rasa curiga. Jangan sampai anda membeli barang hasil tidak kejahatan atau semacamnya. Jika ternyata anda membeli barang milik teman anda yang hilang maka urusannya bisa repot. Anda bisa dituduh maling oleh kawan anda sendiri.
Sekian tips ini saya buat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Bila ada yang ingin ditambahkan atau diralat bisa kita bicarakan di forum. Thanks

Kisah Nabi Musa: Terbelahnya Laut Merah

Kisah Nabi Musa: Terbelahnya Laut Merah
Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (QS 2:50).Dan kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, Karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir’aun itu Telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” (QS 10:90).Dan Sesungguhnya Telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, Maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu[933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”. (QS 20:77)Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. (QS 20:78)Lalu kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. (QS 26:63)
Anda mungkin masih ingat dengan kisah Nabi Musa yang bersama kaumnya diperintahkan oleh Allah untuk meninggalkan Mesir. Ketika telah sampai di tepi Laut Merah, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya hingga laut luas yang berada di hadapan mereka terbelah membentuk jalan dengan dua dinding air yang tinggi. Pernahkah anda membayangkan betapa dahsyatnya kejadian tersebut?
Menurut sejarah, peristiwa itu terjadi sekitar 3500 tahun yang lalu. Ada beberapa pakar yang telah mencoba untuk meneliti kembali peristiwa ini berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang ada dan menerbitkannya dalam bentuk buku dan DVD (seperti yang dapat andalihat
di sini).
Baiklah, sekarang mari kita coba untuk melihat lebih jauh ke lokasi tempat Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberang menurut para ahli tersebut. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuwaybi. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuwaybi ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuwaybi ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat. Jarak antara Nuwaybi ke Arab sekitar 1800 meter (menurut peta dari MSN Encarta bahkan sekitar 10 km). Lebar lintasan dimana laut terbelah diperkirakan 900 meter.
Dapatkah anda membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat menyibakkan air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata-rata mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Atau jika kita kaitkan dengan kecepatan angin, maka akan melebihi kecepatan angin pada saat terjadi Hurikan. Atau jika mengacu kepada perhitungan seorang pakar dari Rusia yang bernama Volzinger, diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam. Sungguh dahsyat bukan? Allah Maha Besar.

Aplikasi Messenger HP/Ponsel Untuk Menggantikan SMS Dengan Biaya Murah GPRS Semua Operator

Aplikasi Messenger HP/Ponsel Untuk Menggantikan SMS Dengan Biaya Murah GPRS Semua Operator
Sun, 25/11/2007 - 10:20pm — okta_imut82
Aplikasi java ini jenisnya messenger, sangat bisa untuk mengantikan sms, karena itungannya biaya-nya cuma bayar biaya GPRS aja yang berkisar 1kb = 5 - 10 Rupiah, udah dicoba. hasilnya mudah, murah dan cukup bisa diandalkan.
Download aplikasi gratisnya di http://www.mxit.co.za/wap <----- ketik dari browser wap HPlist HP yang bisa dipasangi aplikasi ini lihat di http://www.mxit.co.za/web/downloads.htmtetapi meski di list gak ada --- >misal HP-ku kan Nokia CDMA 3155 (flexi)... nah pake yg tipe 3120 juga bisa tuh ......
Cara download-nya secara umum (pastikan GPRS-nya aktif ya) :--->contoh menggunakan motorola E398 (sudah dicoba dan berhasil)
A while back many E398 users reported that they experienced problems installing MXit on their phones. It was then decided to remove the E398 from the list of supported phones. Try the following though :1.) Turn off your phone.2.) Remove the memory card from your phone.3.) Turn on your phone.4.) Open your phone's default wap browser (NOT Opera or anything similar)5.) Clear the browser's cache.6.) Go to http://www.mxit.co.za/wap7.) Select "Download MXit"8.) Select "Select phone"9.) Select "Motorola"10.) Select "V300" to download MXit11.) Return to the phone's stand-by screen.12.) Turn off your phone.13.) Insert your memory card back into the phone.14.) Turn on the phone.
oh yaa ini aplikasi java .....jadi Hp-nya yg support java ya, lebih enak HP-nya yang multitasking (misal pake OS symbian) jadi bisa on terus (background mode), nanti ada dering/nada/notifikasi apabila ada message yg masuk. begitu juga ketika ada temen yg online.
terakhir HP temen yang sama kita mau kirim2an message harus juga diinstall mxit juga ya ..... tar tinggal di add aja (kayak yahoo messenger)
oh yaa temen2, mampir ke blogku ya di http://madunektar.blogspot.com ... ato di http://zakatcenter.blogspot.com
cimww yaa .... semoga bermanfaattrims

naruto hinata & bleach




kumpulan gambar


hinata

Perundingan Perjanjian Garis Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Tetangga Malaysia, Thailand, Australia dan India

Perundingan Perjanjian Garis Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Tetangga Malaysia, Thailand, Australia dan India
Mon, 23/10/2006 - 11:41am — godam64
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melakukan penyelesaian masalah garis batas landas kontinen dengan negara-negara sahabat dengan semangat good neighboorhood policy atau semangat kebijakan negara bertetangga yang baik di antaranya dengan negara sahabat Malaysia, Thailand, Australia dan India.
1. Perjanjian RI dan Malaysia- Penetapan garis batas landas kontinen kedua negara di Selat Malaka dan laut Cina Selatan- Ditandatangai tanggal 27 oktober 1969- Berlaku mulai 7 November 1969
2. Perjanjian Republik Indonesia dengan Thailand- Penetapan garis batas landas kontinen kedua negara di Selat Malaka dan laut andaman- Ditandatangai tanggal 17 Desember 1971- Berlaku mulai 7 April 1972
3. Perjanjian Republik Indonesia dengan Malaysia dan Thailand- Penetapan garis batas landas kontinen bagian utara- Ditandatangai tanggal 21 Desember 1971- Berlaku mulai 16 Juli 1973
4. Perjanjian RI dengan Australia- Penetapan atas batas dasar laut di Laut Arafuru, di depan pantai selatan Pulau Papua / Irian serta di depan Pantau Utara Irian / Papua- Ditandatangai tanggal 18 Mei 1971- Berlaku mulai 19 November 1973
5. Perjanjian RI dengan Australia (Tambahan Perjanjian Sebelumnya)- Penetapan atas batas-batas dasar laut di daerah wilayah Laut Timor dan Laut Arafuru- Ditandatangai tanggal 18 Mei 1971- Berlaku mulai 9 Oktober 1972
6. Perjanjian RI dengan India- Penetapan garis batas landas kontinen kedua negara di wilayah Sumatera / Sumatra dengan Kepulauan Nikobar / Nicobar- Ditandatangai tanggal 8 Agustus 1974- Berlaku mulai 8 Agustus 1974
Note : Data Tahun 80an dari Buku Lama

sejarah nabi muhammad saw

Sejarah Nabi Muhammad SAW
Lagi-lagi sebuah sejarah dilupakan, seakan-akan mereka tidak pernah tahu atau mungkin tidak mau tahu, ini adalah sejarah yang tak boleh dilupakan, karena inilah sebab awal penciptaan dan akhir penciptaan, ia bermula 14 abad yang lalu di sebuah kota kecil, sebuah kota yang panas dan tandus yang dipenuhi dengan penyembahan terhadap kayu-kayu dan batu-batu yang tak dapat berbuat apa-apa dan juga disana terdapat sebuah kotak hitam yang dikelilingi oleh “berhala-berhala” yang sekarang telah berubah wujud tapi memiliki wujud “berhala” yang sama. Sungguh tak terpikirkan betapa bodoh manusia zaman itu, ialah sebuah jazirah yang disebut jazirah Arabia, perbuatan buruk dan haram, perampokan, pembunuhan bayi,minum-minuman keras, yang memusnahkan segala kebajikan dan moral menempatkan masyarakat jazirah Arabia ini dalam situasi kemerosotan yang luar biasa. Mereka terpecah-pecah menjadi kabilah-kabilah (bani/kaum).

I. Kelahiran Sang Nabi

Pada saat yang sangat kritis ini muncullah sebuah bintang pada malam yang gelap gulita, sinarnya semakin terang membuat malam menjadi terang benderang, ia bukan bintang yang biasa, tapi bintang yang sangat luar biasa, bahkan matahari di siang haripun malu menampakkan sinarnya karena bintang ini adalah maha bintang yang terlahirkan ke muka bumi, ialah cahaya dalam kegelapan, ia adalah cahaya di dalam dada, ia dikenal dengan Nama Muhammad, menurut sejarawan bintang ini tepat terlahir tanggal 17 Rabi’ul Awwal (12 Rabi’ul awwal menurut mazhab sunni) 570 M, bintang ini tak pernah padam walaupun 14 abad setelah ketiadaannya, bahkan ia semakin terang dan semakin terang, dari bintang ini terlahir 13 bintang yang lain, yang selalu menjadi hujjah bagi bintang-bintang yang sulit bersinar lainnya di setiap zamannya. Ia memiliki silsilah yang berhubungan langsung dengan jawara Tauhid melalui anaknya Ismail AS, yang dilahirkan melalui rahim-rahim suci dan terpelihara dari perbuatan-perbuatan mensekutukan Tuhan. Ia begitu suci sehingga Tuhan memerintahkan kepada Para Malaikat dan Jin untuk bersujud kepada Adam, karena cahayanya dibawa oleh Adam AS untuk disampaikan kepada maksud, ia adalah rencana Tuhan yang teramat besar yang langit dan bumi pun tak kan sanggup memikulnya.
Peristiwa kelahiran sang bintang dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang luarbiasa, dimulai dengan peristiwa padamnya api “abadi” di kerajaan Persia, hancurnya sesembahan batu di sana, dan penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka’bah, yang di kemudian hari menjadi kiblat baginya dan ummatnya sampai akhir zaman, namun tentara yang besar ini dihancurkan oleh burung-burung yang dikirimkan oleh Sang Pemilik kiblat (Ka’bah), karenanya tahun ini dinamakan tahun Gajah. Sudah menjadi tradisi kelahiran manusia luar biasa harus juga didahului peristiwa yang luar biasa. Muhammad namanya, ayahnya bernama Abdullah, Ibundanya Aminah, kedua orang tuanya berasal dari silsilah yang mulia yang merupakan keturunan Jawara Tauhid (Ibrahim AS). Abdullah lahir kedunia hanya untuk membawa nur Muhammad dan “meletakkannya” ke dalam rahim Aminah, Sang isteri saat itu mengandung (2 bulan) bayi yang kelak menjadi manusia besar. Setelah lama kepergian sang suami, sang isteri merasakan kesepian yang amat dalam, walaupun suaminya selalu berkirim surat. Namun pada saat lain surat tidak lagi ia terima, begitu riang hatinya ternyata ia melihat rombongan dagang suaminya telah pulang, tapi Ia amat terkejut karena tak dilihatnya suaminya, datanglah seseorang dari rombongan tersebut yang menyampaikan berita kepada Aminah, mulutnya begitu berat untuk mengucapkan kata – kata ini kepada wanita ini, ia tidak sanggup mengutarakannya, namun akhirnya terucap juga bahwa sang suami telah berpulang ke hadirat Allah Swt dan dimakamkan di abwa.
Begitu goncang hatinnya mendengarkan hal ini, tak sanggup menahan tangisnya, ia menangis menahan sedih dan tak makan beberapa hari, namun ia bermimpi, dalam mimpinya seorang wanita datang dan berkata kepadanya agar ia menjaga bayi dalam janinnya dengan baik – baik. Ia berulang kali bermimpi bertemu dengan wanita tersebut yang ternyata adalah Maryam binti Imran (Ibu Isa as). Dalam mimpinya sang wanita mulia ini berkata : “Kelak bayi yang ada didalam rahimmu akan menjadi manusia paling mulia sejagat raya, maka jagalah ia baik – baik hingga kelahirannya.
Saat ayahanda Muhammad yang mulia ini Wafat dalam usia 20 tahun (riwayat lain – 17 tahun), sang bintang kita ini sedang berada dalam kandungan ibunya, beberapa tahun kemudian Bunda Sang bintang menyusul suaminya dan dimakamkan di Abwa juga. Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya, belum lagi hilang duka setelah ditinggal Sang Bunda, ia pun harus kehilangan kakeknya ketika umurnya belum lagi menginjak delapan tahun. Setelah kepergian sang kakek, sang bintang (Muhammad) diasuh oleh pamannya, Abu Tholib, seorang putra Abdul Mutholib yang pertama menyatakan keimanannya kepada kemenakannya sendiri (Muhammad). Pemandu ilahi selalu saja dipilihkan oleh Ilahi untuk memiliki profesi sebagai seorang gembala, melalui profesi ini beliau mengarungi beberapa waktu kehidupannya untuk menjadi “gembala” domba yang lebih besar, inilah pilihan Ilahi yang memilihkan baginya sebuah jalan dimana hal ini penting bagi orang yang akan berjuang melawan orang-orang hina yang berpikiran sampai menyembah aneka batu dan pohon, ilahi menjadikannya kuat sehingga tidak menyerah kepada apapun kecuali keputusan-Nya. Ada penulis sirah yang mengutip kalimat Nabi berikut ini, “ Semua Nabi pernah menjadi gembala sebelum beroleh jabatan kerasulan.” Orang bertanya kepada Nabi,” Apakah Anda juga pernah menjadi gembala?” Beliau menjawab,” Ya. Selama beberapa waktu saya menggembalakan domba orang Mekah di daerah Qararit.”
Sang bintang terlahir bukan dari kalangan orang yang teramat kaya, belum lagi ia dilahirkan sebagai seorang yatim, dan telah kehilangan Ayah, Ibu di masa kecil sebagai tempat bernaung, apa yang dapat dikatakan oleh anak kecil yang telah kehilangan kedua orang tuanya sedangkan dia sendiri masih membutuhkan naungan kedua orang tua dan kasih sayang mereka. Mari kita masuk ke jazirah Arabia lebih jauh lagi, kita dapat melihat bahwa kondisi keuangan Muhammad terbilang cukup sulit. Muhammad terkenal dengan kemuliaan rohaninya, keluhuran budi, keunggulan ahklaq dan dirinya dikenal di masyarakat sebagai “orang jujur” (al-Amin), ia menjadi salah seorang kafilah dagang Khodijah yang terpercaya dan Khodijah memberikan dua kali lipat dibandingkan yang diberikannya kepada orang lain. Kafilah Quraisy, termasuk barang dagangan Khodijah, siap bertolak, kafilah tiba di tempat tujuan. Seluruh anggotanya mengeruk laba. Namun, laba yang diperoleh Nabi lebih banyak ketimbang lain. Kafilah kembali ke Makkah. Dalam perjalanan, Sang bintang melewati negeri ‘Ad dan Tsamud. Keheningan kematian yang menimpa kaum pembangkang itu mengundang perhatian sang bintang.
Kafilah mendekati Mekah, Maisarah, berkata kepada sang Bintang, “Alangkah baiknya jika Anda memasuki Mekah mendahului kami dan mengabarkan kepada Khodijah tentang perdagangan dan keuntungan besar yang kita dapatkan.” Nabi tiba di Mekah ketika Khodijah sedang duduk di kamar atasnya. Ia berlari turun dan mengajak Nabi ke ruangannya. Nabi menyampaikan, dengan menyenangkan, hal-hal menyangkut barang dagangan. Maisarah menceritakan tentang Kebesaran jiwa Al-Amin selama perjalanan dan perdagangan. Maisarah menceritakan “Di Busra, Al-Amin duduk di bawah pohon untuk istirahat. Seorang pendeta, yang sedang duduk di biaranya, kebetulan melihatnya. Ia datang seraya menanyakan namanya kepada saya, kemudian ia berkata, ‘Orang yang duduk di bawah naungan pohon itu adalah nabi, yang tentangnya telah saya baca banyak kabar gembira di dalam Taurat dan Injil.
Kemudian Khodijah menceritakan apa yang didengarnya dari Maisarah kepada Waraqah bin Naufal, si hanif dari Arabia. Waraqah mengatakan, “Orang yang memiliki sifat-sifat itu adalah nabi berbangsa Arab.

II. Pernikahan

Kebanyakan sejarawan percaya bahwa yang menyampaikan lamaran Khadijah kepada Nabi ialah Nafsiah binti ‘Aliyah sebagai berikut:
“Wahai Muhammad! Katakan terus terang, apa sesungguhnya yang menjadi penghalang bagimu untuk memasuki kehidupan rumah tangga? Kukira usiamu sudah cukup dewasa!” Apakah anda akan menyambut dengan senang hati jika saya mengundang Anda kepada kecantikan, kekayaan, keanggunan, dan kehormatan ?” Nabi menjawab,”Apa maksud Anda?” Ia lalu menyebut Khodijah. Nabi lalu berkata,” Apakah Khodijah siap untuk itu, padahal dunia saya dan dunianya jauh berbeda?” Nafsiah berujar “Saya mendapat kepercayaan dari dia, dan akan membuat dia setuju. Anda perlu menetapkan tanggal perkawinan agar walinya (‘Amar bin Asad) dapat mendampingi Anda beserta handai tolan Anda, dan upacara perkawinan dan perayaan dapat diselenggarakan".
Kemudian Muhammad membicarakan hal ini kepada pamannya yang mulia, Abu Tholib. Pesta yang agung pun diselenggarakan, sang paman yang mulia ini menyampaikan pidato, mengaitkannya dengan puji syukur kepada Tuhan. Tentang keponakannya, ia berkata demikian, “Keponakan saya Muhammad bin ‘Abdullah lebih utama daripada siapapun di kalangan Quraisy. Kendati tidak berharta, kekayaan adalah bayangan yang berlalu, tetapi asal usul dan silsilah adalah permanen".
Waraqah, paman Khodijah, tampil dan mengatakan sambutannya, “Tak ada orang Quraisy yang membantah kelebihan Anda. Kami sangat ingin memegang tali kebangsawanan Anda.” Upacara pun dilaksanakan. Mahar ditetapkan empat puluh dinar-ada yang mengatakan dua puluh ekor unta.
Sang bintang sekarang mulai dewasa, ia mempunyai seorang istri yang begitu lengkap kemuliaannya, dari perkawinan ini Khodijah melahirkan enam orang anak, dua putra, Qasim, dan Abdulah, yang dipanggil At-Thayyib, dan At-Thahir. Tiga orang putrinya masing-masing Ruqayyah, Zainab, Ummu Kaltsum, dan Fatimah. Kedua anak laki-lakinya meninggal sebelum Muhammad diutus menjadi Rosul.
Ketika umur sang bintang mulai menginjak 35 tahun, banjir dahsyat mengalir dari gunung ke Ka’bah. Akibatnya, tak satu pun rumah di Makah selamat dari kerusakan. Dinding ka’bah mengalami kerusakan. Orang Quraisy memutuskan untuk membangun Ka’bah tapi takut membongkarnya. Walid bin Mughirah, orang pertama yang mengambil linggis, meruntuhkan dua pilar tempat suci tersebut. Ia merasa takut dan gugup. Orang Mekah menanti jatuhnya sesuatu, tapi ketika ternyata Walid tidak menjadi sasaran kemarahan berhala, mereka pun yakin bahwa tindakannya telah mendapatkan persetujuan Dewa. Mereka semua lalu ikut bergabung meruntuhkan bangunan itu. Pada saat pembangunan kembali ka’bah, diberitahukan pada semua pihak sebagai berikut, “Dalam pembangunan kembali Ka’bah, yang dinafkahkan hanyalah kekayaan yang diperoleh secara halal. Uang yang diperoleh lewat cara-cara haram atau melalui suap dan pemerasan, tak boleh dibelanjakan untuk tujuan ini.” Terlihat bahwa ini adalah ajaran para Nabi, dan mereka mengetahui tentang kekayaan yang diperoleh secara tidak halal, tetapi kenapa mereka masih melakukan hal demikian, inipun terjadi di zaman ini, di Indonesia, rakyat ataupun pemerintahnya mengetahui tentang halal dan haramnya suatu harta kekayaan atau pun perbuatan yang salah dan benar, tapi mereka masih saja melakukan perbuatan itu walaupun tahu itu adalah salah.
Mari kita kembali lagi menuju Mekah, ketika dinding ka’bah telah dibangun dalam batas ketinggian tertentu, tiba saatnya untuk pemasangan Hajar Aswad pada tempatnya. Pada tahap ini, muncul perselisihan di kalangan pemimpin suku. Masing-masing suku merasa bahwa tidak ada suku yang lain yang pantas melakukan perbuatan yang mulia ini kecuali sukunya sendiri. Karena hal ini, maka pekerjaan konstruksi tertunda lima hari. Masalah mencapai tahap kritis, akhirnya seorang tua yang disegani di antara Quraisy, Abu Umayyah bin Mughirah Makhzumi, mengumpulkan para pemimpin Quraisy seraya berkata,”Terimalah sebagai wasit orang pertama yang masuk melalui Pintu Shafa.” (buku lain mencatat Bab as-salam). Semua menyetujui gagasan ini. Tiba-tiba Muhammad muncul dari pintu. Serempak mereka berseru, “Itu Muhammad, al-Amin. Kita setuju ia menjadi wasit!”
Untuk menyelesaikan pertikaian itu, Nabi meminta mereka menyediakan selembar kain. Beliau meletakkan Hajar Aswad di atas kain itu dengan tangannya sendiri, kemudian meminta tiap orang dari empat sesepuh Mekah memegang setiap sudut kain itu. Ketika Hajar Aswad sudah diangkat ke dekat pilar, Nabi meletakkannya pada tempatnya dengan tangannya sendiri. Dengan cara ini, beliau berhasil mengakhiri pertikaian Quraisy yang hampir pecah menjadi peristiwa berdarah.
Tuhan, Sang Maha Konsep sudah membuat konsep tentang semua ini, tanda-tanda seorang bintang telah banyak ia tampakkan pada diri Muhammad, dari batinnya yang mulia sampai pada bentuk lahirnya yang indah. Kesabaran yang diabadikan di dalam Kitab suci menjadi bukti yang tak terbantahkan, bahwa ia adalah manusia sempurna, dalam wujud lahiriah (penampakan), maupun batinnya. Tidak setitik cela apalagi kesalahan selama hidupnya, Sang Maha Konsep benar-benar telah mengonsepnya menjadi manusia ‘ilahi’. Al-Amin telah dikenal oleh masyarakat Mekah, sebagai manusia mulia, sebagai manifestasi wujud kejujuran mutlak. Sebelum pengutusannya menjadi Rosul, Muhammad selalu mengamati tanda kekuasaan Tuhan, dan mengkajinya secara mendalam, terutama mengamati keindahan, kekuasaan, dan ciptaan Allah dalam segala wujud. Beliau selalu melakukan telaah mendalam terhadap langit, bumi dan isinya. Beliau selalu mengamati masyarakatnya yang rusak, dan hancur, beliau mempunyai tugas untuk menghancurkan segala bentuk pemberhalaan. Apalah kiranya yang membuat masyarakatnya seperti ini, ia mengembalikan semua ini kepada Tuhan, yang menurutnya tak mungkin sama dengan manusia.
Gunung Hira, puncaknya dapat dicapai kurang lebih setengah jam, gua ini adalah saksi atas peristiwa menyangkut “sahabat karib”-nya (Muhammad), gua ini menjadi saksi bisu tentang wahyu, dan seakan-akan ia ingin berkata,” disinilah dulu anak Hasyim itu tinggal, yang selalu kalian sebut-sebut, disinilah ia diangkat menjadi Rosul, disinilah Al-Furqon pertama kali dibacakan, wahai manusia, bukankah aku telah mengatakannya, kalianlah (manusia) yang tak mau menengarkannya, kalian menutup telinga kalian rapat-rapat, dan menertawakanku, sedangkan sebagian dari kalian hanya menjadikan aku sebagai museum sejarah.“kata saksi bisu.

III. Diangkat Menjadi Rasul

Hira, tempat diturunkannya kalimat Tuhan Yang Maha Sakti, kalimat yang membuat iblis berputus asa untuk menyesatkan manusia, kalimat yang dengannya alam semesta berguncang. Al-Qur’an, susunan kalimatnya yang mengandung makna yang banyak telah membuat tercengang manusia-manusia manapun di jagat raya, yang mengakui kebenarannya, akan mengikutinya, sedangkan yang tidak mengakuinya harus tunduk atas kebenarannya, dan bagi mereka yang menolak, dengan cara apapun akan sia-sia, dan celaka. Jibril (Ruh Al-Qudus) diutus Tuhan semesta Alam, Sang Pemilik Konsep, untuk menyampaikan kalimat-Nya secara berangsur-angsur kepada Al-amin yang berada di Gunung Hira’. Al-Amin telah mempersiapkan dirinya selama empat puluh tahun untuk memikul tugas yang maha berat ini, Jibril datang kepadanya dengan membawa beberapa kalimat dari Tuhannya. Ialah kalimat pertama yang dikemukakan dalam Al-qur’an sebagai berikut
“Bacalah dengan [ menyebut] nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Paling Pemurah. Yang mengajari [manusia] dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Ayat ini dengan tegas menyatakan tentang program Nabi, dan menyatakan dalam istilah-istilah jelas bahwa fondasi agamanya diberikan dengan pengkajian, pengetahuan, kebijaksanaan, dan penggunaan pena.
Muhammad, pembawa berita bahagia, ancaman, dan perintah merupakan manusia teladan sepanjang masa, ia adalah manusia dalam wujud Ilahiah, utusan Tuhan yang kepadanya ummat manusia memohonkan syafa’at. Tidak satupun mahkluq yang mencapai kesempurnaan yang dicapai Muhammad, sejak kecil ia telah memperlihatkan ketulusan, kejujuran, manusia yang seumur hidupnya tidak pernah berbohong, yang tidak pernah menghianati janji, dan sayang kepada yang miskin.
Malaikat Jibril menyelesaikan tugasnya menyampaikan wahyu itu, dan Muhammad pun turun dari Gua Hira menuju rumah “Khodijah”. Jiwa agung Nabi disinari cahaya wahyu. Beliau merekam di hatinya apa yang didengarnya dari malaikat Jibril. Setelah kejadian ini, Jibril menyapanya,”Wahai Muhammad! Engkau Rosul Allah dan aku Jibril”. Muhammad menerima kalimat Tuhannya secara bertahap, secara berangsur-angsur, fakta sejarah mengakui bahwa di antara wanita, Khodijah adalah wanita yang pertama memeluk Islam, dan pria pertama yang memeluk Islam adalah ‘Ali.
Muhammad mengadakan perjamuan makan dengan kerabatnya, selesai makan, beliau berpaling kepada para sesepuh keluarganya dan memulai pembicaraan dengan memuji Allah dan memaklumkan keesaan-Nya. Lalu beliau berkata,” Sesungguhnya, pemandu suatu kaum tak pernah berdusta kepada kaumnya. Saya bersumpah demi Allah yang tak ada sekutu bagi-Nya bahwa saya diutus oleh Dia sebagai Rosul-Nya, khususnya kepada Anda sekalian dan umumnya kepada seluruh penghuni dunia. Wahai kerabat saya! Anda sekalian akan mati. Sesudah itu, seperti Anda tidur, Anda akan dihidupkan kembali dan akan menerima pahala menurut amal Anda. Imbalannya adalah surga Allah yang abadi (bagi orang lurus) dan neraka-Nya yang kekal(bagi orang yang berbuat jahat). “Lalu beliau menambahkan, “Tak ada manusia yang pernah membawa kebaikan untuk kaumnya ketimbang apa yang saya bawakan untuk Anda. Saya membawakan kepada Anda rahmat dunia maupun Akhirat. Tuhan saya memerintahkan kepada saya untuk mengajak Anda kepada-Nya. Siapakah diantara Anda sekalian yang akan menjadi pendukung saya sehingga ia akan menjadi saudara, washi (penerima wasiat), dan khalifah (pengganti) saya?”.
Ketika pidato Nabi mencapai poin ini, kebisuan total melanda pertemuan itu. ‘Ali, remaja berusia lima belas tahun, memecahkan kebisuan itu. Ia bangkit seraya berkata dengan mantap,” Wahai Nabi Allah, saya siap mendukung Anda.” Nabi menyuruhnya duduk. Nabi mengulang tiga kali ucapannya, tapi tak ada yang menyambut kecuali ‘Ali yang terus melontarkan jawaban yang sama. Beliau lalu berpaling kepada kerabatnya seraya berkata,” Pemuda ini adalah saudara, washi, dan khalifah saya diantara kalian. Dengarkanlah kata-katanya dan ikuti dia".
Pemakluman khilafah (imamah) ‘Ali di hari-hari awal kenabian Muhammad memperlihatkan bahwa dua kedudukan ini berkaitan satu sama lain. Ketika Rosulullah diperkenalkan kepada masyarakat, khalifahnya juga ditunjuk dan diperkenalkan pada hari itu juga. Ini dengan sendirinya menunjukkan bahwa kenabian dan imamah merupakan dua hal yang tak terpisahkan.
Peristiwa diatas membuktikan heroisme spiritual dan kebenaran ‘Ali. Karena, dalam pertemuan di mana orang-orang tua dan berpengalaman tenggelam dalam keraguan dan keheranan, ia menyatakan dukungan dan pengabdian dengan keberanian sempurna dan mengungkapkan permusuhannya terhadap musuh Nabi tanpa menempuh jalan politisi yang mengangkat diri sendiri. Kendati waktu itu ia yang termuda diantara yang hadir, pergaulannya yang lama dengan Nabi telah menyiapkan pikirannya untuk menerima kenyataan, sementara para sesepuh bangsa ragu-ragu untuk menerimanya.
Setelah berdakwah kepada kaum kerabatnya, Nabi berdakwah terang-terangan kepada kaum Quraisy. Muhammad, berbekal kesabaran, keyakinan, kegigihan, dan keuletan dalam berdakwah terus-menerus dan tidak menghiraukan orang-orang musrik yang terus menghardik dan mengejeknya. Banyak yang cara yang dilakukan kaum Quraisy untuk menghentikan Muhammad, suatu saat Abu Tholib sedang duduk bersama keponakannya. Juru bicara rombongan yang mendatangi rumah Abu Tholib membuka pembicaraan dengan berkata,” Wahai Abu Tholib! Muhammad mencerai-beraikan barisan kita dan menciptakan perselisihan diantara kita. Ia merendahkan kita dan mencemooh kita dan berhala kita. Jika ia melakukan itu karena kemiskinan dan kepapaannya, kami siap menyerahkan harta berlimpah kepadanya. Jika ia menginginkan kedudukan, kami siap menerimanya sebagai penguasa kami dan kami akan mengikuti perintahnya. Bila ia sakit dan membutuhkan pengobatan, kami akan membawakan tabib ahli untuk merawatnya…”.
Abu Tholib berpaling kepada Nabi seraya berkata,“ Para sesepuh anda datang untuk meminta Anda berhenti mengkritik berhala supaya mereka pun tidak mengganggu Anda.” Nabi menjawab,” Saya tidak menginginkan apa pun dari mereka. Bertentangan dengan empat tawaran itu, mereka harus menerima satu kata dari saya, yang dengan itu mereka dapat memerintah bangsa Arab dan menjadikan bangsa Ajam sebagai pengikut mereka.” Abu Jahal bangkit sambil berkata, “ Kami siap sepuluh kali untuk mendengarnya.” Nabi menjawab,” Kalian harus mengakui keesaan Tuhan.” Kata-kata tak terduga dari Nabi ini laksana air dingin ditumpahkan ke ceret panas. Mereka demikian heran, kecewa, dan putus asa sehingga serentak mereka berkata,” Haruskah kita mengabaikan 360 Tuhan dan menyembah kepada satu Allah saja?”
Orang Quraisy meninggalkan rumah Abu Tholib dengan wajah dan mata terbakar kemarahan. Mereka terus memikirkan cara untuk mencapai tujuan mereka. Dalam ayat berikut, kejadian itu dikatakan,
“Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata,’Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja ? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.’ Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka [seraya berkata], ‘Pergilah kamu dan tetaplah [menyembah] tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir ini; ini(mengesakan Allah) tidak lain kecuali dusta yang diada-adakan.”
Banyak sekali contoh penganiayaan dan penyiksaan kaum Quraisy, Tiap hari nabi menghadapi penganiayaan baru. Misalnya, suatu hari Uqbah bin Abi Mu’ith melihat Nabi bertawaf, lalu menyiksanya. Ia menjerat leher Nabi dengan serbannya dan menyeret beliau ke luar masjid. Beberapa orang datang membebaskan Nabi karena takut kepada Bani Hasyim. Dan masih banyak lagi. Nabi menyadari dan prihatin terhadap kondisi kaum Muslim. Kendati beliau mendapat dukungan dan lindungan Bani Hasyim, kebanyakan pengikutnya budak wanita dan – pria serta beberapa orang tak terlindung. Para pemimpin Quraisy menganiaya orang-orang ini terus-menerus , para pemimpin terkemuka berbagai suku menyiksa anggota suku mereka sendiri yang memeluk Islam. Maka ketika para sahabatnya meminta nasihatnya menyangkut hijrah, Nabi menjawab, “Ke Etiopia akan lebih mantap. Penguasanya kuat dan adil, dan tak ada orang yang ditindas di sana. Tanah negeri itu baik dan bersih, dan Anda boleh tinggal di sana sampai Allah menolong Anda.
Pasukan Syirik Quraisy kehabisan akal untuk menghancurkan Muhammad, maka mereka melakukan propaganda anti Muhammad, diantaranya mereka memfitnah Nabi, Bersikeras menjuluki Nabi Gila, larangan mendengarkan Al-Qur’an, menghalangi orang masuk Islam, sehingga Allah mengabadikan perkataan orang-orang keji ini dan menunjukkan sesatnya perkataan mereka, dalam Al-Qur’an Allah berfirman
“Demikianlah, tiada seorang rosul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka selain mengatakan,’ Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila.’ Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu ? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.”
Kaum Quraisy pun gagal melakukan berbagai macam cara untuk menghalangi usaha Muhammad, dan menghalangi orang-orang untuk mengikuti agama Tuhan Yang Esa. Mereka pun melakukan Blokade ekonomi yang membuat banyak kaum muslim, terutama kaum wanita dan anak-anak kelaparan. Nabi dan para pengikutnya masuk ke Syi’ib Abu Tholib, yang diikuti pendamping hidupnya, Khodijah, dengan membawa serta Fatimah AS. Orang-orang Quraisy mengepung mereka di Syi’ib itu selama tiga tahun. Dan akhirnya tahun-tahun blokade itu pun berakhir. Dan keluarlah sang bintang bersama keluarga dan sahabatnya dari pengepungan. Allah telah menetapkan kemenangan bagi mereka, dan Khodijah pun berhasil pula keluar dari pengepungan dalam keadaan amat berat dan menderita, Beliau telah hidup dengan kehidupan yang menjadi teladan Istimewa bagi kalangan kaum wanita. Ajal Khodijah sudah dekat. Allah telah memilihnya untuk mendampingi Rosulullah Saww., dan dia telah berhasil menunaikan tugas dengan baik. Khodijah akhirnya meninggal pada tahun itu juga. Yakni, pada saat kaum Muslim keluar dari blokade orang-orang Quraisy, tahun kesepuluh sesudah Kenabian. Pada tahun yang sama, paman Rosul (Abu Tholib) meninggal dunia, yang sekaligus sebagai pelindung dakwa Muhammad. Sungguh Nabi mengalami kesedihan yang amat berat. Beliau kehilangan Khodijah, dan juga pamannya yang menjadi pelindung, dan pembelanya. Itu sebabnya, maka tahun ini dinamakan ‘Am Al-Huzn (Tahun Duka cita). Bukan hanya Rosul yang terpukul hatinya, Fatimah, yang belum kenyang mengenyam kasih sayang seorang ibu dan kelembutan belaiannya, ikut pula menanggungnya. Kedukaan menyelimuti dan menindihnya di tahun penuh kesedihan itu.Fatimah kehilangan ibundanya, berpisah dari orang yang menjadi sumber cintanya dan kasih sayangnya. Acap kali dia bertanya kepada ayahandanya,” Ayah, kemana Ibu?” Kalau sudah begini, tangisnya pecah, air matanya meleleh, dan kesedihan menerpa hatinya. Rosul merasakan betapa berat kesedihan yang ditanggung putrinya. Setelah wafatnya Abu Tholib kaum Kafir Quraisy semakin berani menganggu Muhammad, akhirnya Muhammad berhijrah ke Yastrib, peristiwa hijrahnya Nabi ke Yastrib, merupakan momen awal dari lahirnya negara Islam. Penduduk Yastrib bersedia memikul tanggung jawab bagi keselamatan Nabi. Di bulan Robi’ul Awwal tahun ini, saat hijrahnya Nabi terjadi, tak ada seorang muslim pun yang tertinggal di Mekah kecuali Nabi, ‘Ali dan Abu Bakar, dan segelintir orang yang ditahan Quraisy atau karena sakit,dan lanjut usia.
Kaum Quraisy yang berada di Mekah akhirnya membuat kesepakatan untuk membunuh Muhammad di malam hari, dan masing-masing suku mempunyai wakil, sehingga Bani Hasyim tidak dapat menuntut balas atas kematian Muhammad. Orang-orang ini memang bodoh, mereka mengira Muhammad dapat dihancurkan hanya dengan cara seperti ini, seperti urusan duniawi mereka. Jibril datang memberitahu Nabi tentang rencana kejam kaum kafir itu. Al-Qur’an merujuk pada kejadian itu dengan kata-kata,
“Dan [ingatlah] ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.
Ali berbaring melewati cobaan yang mengerikan demi keselamatan Islam menggantikan Nabi, sejak sore. Ia bukan orang tua yang lanjut usia, tapi seorang anak muda yang begitu berani mengorbankan nyawanya untuk sang Nabi, ia, yang bersama Khodijah adalah orang yang pertama-tama beriman kepada Nabi, dialah orang yang rela berkorban untuk Nabi, Ali, sekali lagi ‘Ali. Kepadanya Nabi berkata,”Tidurlah di ranjang saya malam ini dan tutupi tubuh Anda dengan selimut hijau yang biasa saya gunakan, karena musuh telah bersekongkol membunuh saya. Saya harus berhijrah ke Yastrib. ‘Ali menempati ranjang Nabi sejak sore. Ketika tiga perempat malam lewat, empat puluh orang mengepung rumah nabi dan mengintipnya melalui celah. Mereka melihat keadaan rumah seperti biasanya, dan menyangka bahwa orang yang sedang tidur di kamar itu adalah Nabi.

IV. Hijrah

Kini tiba fajar. Semangat dan gairah besar tampak di kalangan musyrik itu. Mereka begitu yakin akan segera berhasil. Dengan pedang terhunus mereka memasuki kamar Nabi, yang menimbulkan suara gaduh. Serentak ‘Ali mengangkat kepalanya dari bantal dan menyingkirkan selimutnya lalu berkata dengan sangat tenag,”Apa yang terjadi ?” Mereka menjawab,”Kami mencari Muhammad. Di mana dia?” ’Ali berkata,” Apakah anda menitipkannya kepada saya sehingga saya harus menyerahkannya kembali kepada Anda? Bagaimanapun, sekarang ia tak ada di rumah.” Muhammad telah pergi jauh di luar pengetahuan mereka.
Nabi, tiba di Quba tanggal 12 Rabi’ul Awwal, dan tinggal di rumah Ummu Kultsum ibn al-Hadam. Sejumlah Muhajirin dan Ansor sedang menunggu kedatangan Nabi. Beliau tinggal di situ sampai akhir pekan. Sebagian orang mendesak agar beliau segera berangkat ke Madinah, tetapi beliau menunggu kedatangan ‘Ali. Orang Quraisy mengetahui hijrahnya ‘Ali dan rombongannya – diantaranya ialah Fatimah, puteri Nabi, Fatimah binti ‘Asad dan Fatimah binti Hamzah bin Abdul Mutholib – karena itu, mereka memburunya dan berhadap-hadapan dengan dia di daerah Zajnan. Perselisihan pun terjadi dan ‘Ali berkata “Barangsiapa menghendaki tubuhnya terpotong-potong dan darahnya tumpah, majulah! Tanda marah nampak di wajahnya. Orang-orang Quraisy yang merasa bahwa masalah telah menjadi serius, mengambil sikap damai dan berbalik pulang.” Ketika ‘Ali tiba di Quba, kakinya berdarah, dikarenakan menempuh perjalanan Makah Madinah dengan berjalan kaki. Nabi dikabari bahwa, ‘Ali telah tiba tapi tak mampu menghadap beliau. Segera nabi ke tempat ‘Ali lalu merangkulnya. Ketika melihat kaki ‘Ali membengkak, air mata Nabi menetes".
Penduduk Yastrib – yang kemudian berganti menjadi nama Madinah - menyambut kedatangan Nabi. Mereka mengucapkan berbagai macam syair untuk menyambut manusia mulia ini. Disinilah manifestasi sebuah negara Islam pertama kali didirikan. Muhammad menyusun kekuatannya di Madinah bersama keluarga dan sahabat setianya yang rela meninggalkan tanah air dan hartanya untuk Tuhannya, islam yang muda ini menyusun kekuatan untuk menghadapi kekuatan kaum Quraisy yang setiap saat siap untuk menghancurkan Islam yang dibangun ini, perang demi perang mulai dari Badar, Uhud, Khandaq, yang disetiap perang tampillah Al-Washi Muhammad yang selalu menjadi pemberi moral kepada pasukan untuk menghancurkan kafir Quraisy dengan Iman yang membara. Pada perang Badar ‘al-washi (‘Ali) dan Hamzah tampil menghadapi pemberani kafir Quraisy, dalam sepucuk suratnya kepada Muawiyah, ‘Ali mengingatkannya dalam kata-kata ‘Pedang saya yang saya gunakan untuk membereskan kakek anda dari pihak ibu (Utbah, ayah dari Hindun Ibu Muawiyah), paman anda dari pihak Ibu (Walid bin Uthbah) dan saudara Anda (Hanzalah) masih ada pada saya. Pada perang Uhud Nabi dan lagi-lagi Hamzah dan ‘Ali tidak pernah Absen, ‘Ali adalah pembawa panji dalam setiap peperangan. Nabi mengungkapkan nilai pukulan ‘Ali pada perang Khandaq (parit) – disebut juga dengan Ahzab – kepada ‘Amar bin ‘Abdiwad itu,” Nilai pengorbanan itu melebihi segala perbuatan baik para pengikutku, karena sebagai akibat kekalahan jagoan kafir terbesar itu kaum Muslim menjadi terhormat dan kaum kafir menjadi aib dan terhina".

V. Benteng Khaibar

Pada perang Khaibar ketika semangat kaum muslim mengendur dan merasa tidak mampu untuk menghancurkan benteng Khaibar, orang-orang menunggu dengan gelisah dan ketakutan, karena sebelumnya Abu Bakar dan Umar tidak ada yang mampu menghancurkan benteng, bahkan ‘Umar memuji keberanian pemimpin benteng, Marhab,yang luar biasa yang membuat Nabi dan para komandan Islam kecewa atas pernyataan ‘Umar ini.
Kebisuan orang-orang sedang menunggu dengan gelisah dipecahkan oleh kata-kata Nabi,” Dimanakah ‘Ali? “ Dikabarkan kepada beliau bahwa ‘Ali menderita sakit mata dan sedang beristirahat di suatu pojok. Nabi bersabda,” Panggil dia.” ‘Ali diangkut dengan unta dan diturunkan di depan kemah Nabi.” Pernyataan ini menunjukkan sakit matanya demikian serius sampai tak mampu berjalan. Nabi menggosokkan tangannya ke mata ‘Ali seraya mendoakannya. Mata ‘Ali langsung sembuh dan tak pernah sakit lagi sepanjang hidupnya. Nabi memerintahkan ‘Ali maju, menurut riwayat pintu benteng Khaibar itu terbuat dari batu, panjangnya 60 inci, dan lebarnya 30 inci. Mengutip kisah pencabutan pintu benteng Khaibar itu dari ‘Ali melalui jalur khusus,” Saya mencabut pintu Khaibar dan menggunakannya sebagai perisai. Seusai pertempuran, saya menggunakannya sebagai jembatan pada parit yang digali kaum Yahudi.” Seseorang bertanya kepadanya,” Apakah Anda merasakan beratnya?” ‘Ali menjawab,” Saya merasakannya sama berat dengan perisai saya.” Masih banyak lagi peristiwa-peristiwa lain selain peperangan untuk melawan kebejatan kaum kafir Quraisy, banyak juga peristiwa yang menggembirakan, misalnya peristiwa pernikahan al-Washi dan Fatimah, putri Nabi, perubahan kiblat dari Bait al-Maqdis ke Ka’bah di Makah. Selain serangan dari luar Kota Madinah, kaum Yahudi yang berada di dalam kota selalu mencoba melakukan rongrongan terhadap pemerintahan Islam yang masih muda ini, namun Sang Maha Konsep telah menentukan Drama yang berbeda, walaupun mereka mencoba memadamkan nur cahaya-Nya, namun Ia terus menerangi Nur Cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu benci.

VI. Fath Makkah

Tahun kedelapan Hijrah, perjanjian Hudaibiyah dikhianati oleh orang-orang Quraisy mekah, Nabi segera mengeluarkan perintah kesiagaan umum. Beliau siapkan pasukan besar yang belum pernah disaksikan kehebatannya selama ini. Ketika pasukan telah lengkap dan siap bergerak, Nabi pun menyampaikan bahwa sasarannya adalah Mekah. Pasukan bergerak laksana migrasi kawanan burung menuju arah selatan. Nabi memerintahkan kepada pasukannya yang berjumlah 10.000 orang untuk membagi diri, dan menyalakan api unggun di malam hari agar pasukan musuh melihat betapa besar pasukan musuh tersebut.
Di dekat kuburan Abu Tholib dan Khodijah yang terletak di punggung Mekah, kaum muslimin membuat kubah untuk Nabi. Dari kubah inilah Nabi mengamati dengan cermat arus pasukan Islam yang masuk ke kota dari empat penjuru.
Makkah... Membisu di depan Nabi dan pendukungnya. Ya Mekah membisu dan tidak lagi menyerukan teriakan Fir’aun-fir’aun, digantikan hiruk pikuk suara 10.000 prajurit Muslim yang menggema yang seakan-akan sedang menunggu kedatangan sahabatnya
Gua itu menatap kepada orang yang dulu berada dalam perutnya dalam keadaan terusir yang kini telah berdiri tegap dengan gagah dan dikelilingi puluhan ribu pengikut dan pembelanya.
Nabi memasuki Mekah dan bertawaf, menghancurkan berhala-berhala bersama al-Washi, tidak ada darah yang tertumpah. Orang-orang Quraisy yang berada di Makkah menunggu bibir Muhammad berucap tentang mereka, apakah yang akan terjadi pada mereka, namun bibir itu begitu mulia untuk menjatuhkan hukuman, ia memberikan kepada mereka yang telah memeranginya pengampunan dan beliau berkata “... Pergilah, Anda semua adalah orang-orang yang dibebaskan!”
Kini, di Shafa, laki-laki yang telah membuat sejarah itu telah kembali, berdiri di depan kehidupannya yang sarat dengan berbagai peristiwa dan yang ditangannya tergenggam masa depan yang gemilang. Selama dua puluh tahun penggembalaannya tak pernah henti, ia tak pernah merasakan letih, kesabarannya begitu tinggi, tak pernah menyerah. Orang –orang Quraisy berdesak-desakkan di bukit Shafa untuk memberikan Ba’iat.
Setelah penaklukan Mekah masih ada beberapa peperangan besar berlanjut – semasa hidup Nabi - yaitu Hunain, Tabuk. Al-Washi tampil dengan gagah perkasa dalam peperangan ini, sesudah membuat kocar-kacir musuh, al-washi segera menghambur untuk bergabung dengan Nabi, ia memutari Nabi, dan menghambur membabat musuh untuk melindungi Nabi, dan pada kali yang lain menemui prajurit musuh yang lari dan menghadang kejaran musuh. Sesudah itu kembali memutari Nabi. Nabi memanggil sahabat-sahabatnya yang lari cerai-berai “ Ayyuhan Nas, mau kemana kalian ?” Wahai orang-orang yang ikut bai’at al-Ridwan! Wahai, orang-orang yang kepadanya diturunkan surat Al-Baqarah! Wahai orang-orang yang berbaiat di bawah pohon...! orang-orang Madinah yang gagah berani segera sadar akan diri mereka! Dan ingat bahwa hingga saat ini mereka adalah tulang punggung Nabi. Kini Nabi memanggil mereka di tengah 12.000 orang prajurit, dua ribu diantaranya adalah kaum kerabatnya. Mereka segera menghambur ke arah Nabi menyambut panggilannya dengan, “Labbaik, Labbaik... Kami datang, kami datang...!”
Pasukan Islam kembali memenangkan pertempuran, peran individual Muhammad dalam menyampaikan risalah agungnya telah selesai, dan kini – tidak bisa – tidak di harus melihat pasukannya, untuk kesekian kalinya, mengingat dan mengenang kembali pelajaran yang telah diberikannya selama dua puluh tiga tahun, agar di bisa mengevaluasidan menelitinya kembali.

VII. Haji Wada

Tahun kesebelas Hijrah, haji pertama Nabi dan kaum Muslimin tanpa ada seorang musrik pun yang ikut didalamnya, untuk pertama kalinya pula, lebih dari 10.000 orang berkumpul di Madinah dan sekitarnya, menyertai Nabi melakukan perjalanan ke Makkah, dan .. sekaligus inilah haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi. Rombongan haji meninggalkan Madinah tanggal 25 Dzulqa’idah , Nabi disertai semua isterinya, menginap satu malam di Dzi Al-Hulaifah, kemudian melakukan Ihram sepanjang Subuh, dan mulai bergerak... seluruh padang terisi gema suara mereka yang mengucapkan,”Labbaik, Allahumma labaik... Labbaik, la syarika laka, ! Aku datang memenuhi panggilanmu, Allahumma, ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu...Labbaik, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Segala puji, kenikmatan, dan kemaharajaan, hanya bagi-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu... Labbaik, aku datang memenuhi panggilan-Mu...” Langit, hingga hari itu, belum pernah menyaksikan pemandangan di muka bumi seperti yang ada pada saat itu. Lebih dari 100.000 orang, laki-laki dan perempuan – dibawah sengatan Matahari yang amat terik dan di padang pasir yang sebelumnya tak pernah dikenal orang – bergerak menuju satu arah. Medan ini merupakan lukisan paling indah dari satu warna yang menghiasi kehidupan manusia. Dan sejarah, adalah kakek tua yang terbelenggu dalam pengabdian terhadap kepentingan-kepentingan. Ia adalah tukang cerita yang membacakan hikayat-hikayat Fir’aun, Kisra dan Kaisar. Sejarah sekali melihat Muhammad dan orang-orang yang bergerak bersamanya dengan heran! Aneh sekali. Pasukan apa ini? Komandan berjalan kaki kelelahan, dan pengikut-pengikutnya pun demikian pula. Nabi memang berjalan kaki bersama umatnya. Sejarah memang mendengar bahwa “penguasa” itu berada di tengah-tengah pasukan itu, tapi ketika dicari-carinya, dia tak bisa menemukannya. Rombongan itu masuk Mekah 4 Dzulhijjah, disitu telah berkumpul Allah, Ibrahim, Ka’bah dan Muhammad. Dia juga ingin memperlihatkan kepada Ibrahim, bahwa karya besarnya, kita sudah diantarkan kepada Maksud.
Matahari tepat di tengah siang hari itu. Seakan-akan ia menumpahkan seluruh cahayannya yang memakar ke atas kepala semua orang. Nabi berdiri di depan lebih dari 100.000 orang. Laki-laki dan perempuan yang mengelilinginya. Nabi memulai pidatonya, Rosulullah berkata,”Tahukah kalian, bulan apa ini ?”
Mereka serentak menjawab,”Bulan Haram!” .....
...”Ayyuhan Nas, camkan baik-baik perkataanku. Sebab, aku tidak tahu, mungkin aku tidak lagi akan bertemu dengan kalian sesudah tahun ini, di tempat ini, untuk selama-lamanya... Ayyuhan Nas, sesungguhnya darah dan hartamu adalah haram bagimu hingga kalian menemui Tuhanmu sebagaimana diharamkannya hari dan bulanmu ini. Sesudah itu, kamu sekalian akan menemui Tuhanmu dan ditanya tentang amal-amalmu. Sungguh, aku telah sampaikan hal ini. Maka, barangsiapa yang masih mempunyai amanat, hendaknya segera disampaikan kepada orang yang berhak menerimanya.....”
Akar-akar syirik telah dihapuskan dari Mekah, dan Mekah menjadi sebuah kota suci bagi kaum muslim, tempat berkumpulnya muslimin dari seluruh penjuru dunia, dengan menggunakan pakaian yang sama, menuju Tuhannya, tidak ada perbedaan, baik kaya, miskin, raja, rakyat, semuanya sama dihadapan Tuhan, yang membedakannya adalah takwa.
Muhammad telah melaksanakan tugasnya, dan sekarang beliau berada di pembaringan, Nabi membuka mata seraya berkata kepada putrinya dengan suara pelan “Muhammad tidak lain hanyalah seorang Rosul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rosul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang? Barangsiapa berpaling ke belakang, maka tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.[Petikan dari laman. fatimah.org]

pengetahan teknologi

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, PENELITIAN DANSTATISTIK
A. ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN PENELI­TIAN
1. Pendahuluan
Dalam Repelita II kegiatan penelitian diarahkan dan di­koordinir dengan tujuan mempertinggi manfaat kegiatan pene­liitian untuk menunjang dan mengamankan usaha pembangun­an, menentukan prioritas kegiatan penelitian dan memobilisir sumber pembiayaan yang tersedia baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Di samping itu tujuan pengarahan dan koordinasi adalah pengarahan pikiran dan usaha penjaja­gan yang mempengaruhi usaha pembangunan dalam jangka panjang.

Kebijaksanaan dalam bidang pengembangan ilmu penge­tahuan, teknologi dan penelitian meliputi 2 aspek, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Kegiatan penelitian jangka pen­dek diutamakan pada penelitian di bidang pertanian, perindus­trian dan pertambangan. Kegiatan penelitian jangka panjang mengutamakan penelitian perspektif arah perkembangan jang­ka panjang dengan tujuan memperoleh gambaran yang lebih matang dan lebih kwantitatif mengenai demografi, sumber alam, dan keadaan lingkungan alam. Penelitian tersebut juga dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh timbal balik antara perkembangan penduduk dengan keadaan alam, dan perkembangan teknologi yang diperkirakan dimasa yang akan datang beserta pengaruhnya terhadap ekologi dan ekonomi.
723
511120
l
724Tujuan pokok penelitian perspektif arah perkembangan masa depan adalah pengamanan daripada sumber alam, dan sumber daya manusia. Hal ini tentunya memerlukan inventa­risasi, evaluasi dan pemeliharaan/konservasi. Tiga hal ter­sebut menjadi patokan yang dipergunakan dalam penelitian perspektif arah perkembangan jangka panjang.
2. Tenaga Ilmiah dan Tehnis

Peningkatan kemampuan nasional di bidang ilmu penge­tahuan dan teknologi yang telah dirintis pengembangannya melalui kebijaksanaan dalam pembinaan tenaga selama Re­pelita I, terus dilanjutkan. Melalui pelbagai survey dan in­ventarisasi tentang tenaga peneliti diusahakan untuk mem­peroleh gambaran yang lebih riil tentang kapasitas lembaga­lembaga penelitian.
Dalam tahun 1974/75 usaha untuk memantapkan program dan organisasi serta sistim pembinaan karya peneliti dan tenaga teknis dilakukan melalui peningkatan keahlian dan ketrampilan antara lain dengan penyelenggaraan training dan purna sarjana tenaga peneliti dan tehnisi yang telah ada. Apabila peningkatan keahlian dalam suatu bidang tidak dapat dilakukan di dalam negeri, maka para ahli/peneliti dikirim ke luar negeri dalam rangka bantuan tehnik luar negeri dan kerjasama antar universitas dalam dan luar negeri.
Dengan mengadakan penelitian, maka ketrampilan dan pengetahuan para peneliti dapat ditingkatkan. Kecuali itu me­lalui pelbagai loka-karya, seminar, diskusi dan ceramah-cera­mah ilmiah telah diusahakan peningkatan keahlian dalam sesu­atu kegiatan ilmiah secara terarah. Antara lain telah diseleng­garakan loka-karya tentang management penelitian antara pel­bagai lembaga penelitian, perundang-undangan tenaga atom, instrumentasi nuklir, pemuliaan mutasi, fisika kesehatan dan fisika nuklir. Di samping itu telah dilakukan pula ceramah­ceramah dan diskusi-diskusi ilmiah tentang pengembangan
725ilmu dan teknologi dan tentang komputerisasi dengan meng­ikutsertakan tenaga peneliti dalam kursus komputer di ITB. Demikian pula diadakan kursus lain seperti fotografi dan statistik.
Dalam rangka memperbesar jumlah tenaga peneliti, usaha penambahan dilakukan melalui seleksi lulusan perguruan tinggi dan di mana mungkin melalui ikatan dinas. Mengenai penambahan tenaga teknis sementara lembaga, diusahakan melalui pendidikan formil antara lain Lembaga Instrumentasi Nasional. BAKOSURTANAL dalam hal ini telah melaksana-kan pendidikan fotogrametri dan kartografi di Bandung.
3. Pelaksanaan kegiatan di bidang penelitian tahun 1974/75
Kegiatan dan perkembangan bidang penelitian sudah me­nampakkan adanya pola arah dan kemajuan namun demikian tetap memerlukan penyempurnaan dan pemantapan koordinasi dalam perencanaan serta pelaksanaannya.
Penelitian Perspektif Jangka Panjang:
a) Penelitian Perspektif jangka Panjang Perekonomian Indo­nesia.
Dalam penelitian tersebut telah diadakan studi ke bebe­rapa negara Eropah Timur dan Asia untuk mempelajari pro­yek-proyek penelitian perspektif jangka panjang. Di samping itu telah disusun suatu naskah mengenai kebijaksanaan ne­gara-negara ASEAN di bidang sumber daya negara-negara tersebut. Tambahan pula telah diselesaikan beberapa perbaik­an mengenai statistik pendapatan nasional, proyeksi-proyeksi konsumsi dan persediaan pangan (sampai tahun 1985), kon­sumsi dan persediaan energi dalam jangka panjang, dan pola pembagian pendapatan nasional di Indonesia.
b) Penelitian Potensi Sumber Daya Ekonomi
Maksud daripada penelitian tersebut adalah untuk men­dapatkan gambaran mengenai potensi sumber daya kehutan‑
726an, perikanan dan energi. Yang diteliti adalah perkiraan per­mintaan dunia dan kebutuhan dalam negeri, potensi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan volume serta pola perdagangan dunia dalam komoditi dan kedudukan Indo­nesia di dalamnya.
Adapun kegiatan yang telah dilakukan adalah sebagai ber­ikut :
Pertama, untuk mengetahui sumber kehutanan telah di­laksanakan inventarisasi mengenai luas, jenis hutan, hasil yang diperdagangkan, sarana perdagangan dan sebagainya.
Kedua, penelitian di bidang perikanan meliputi pengum­pulan data primer dan sekunder, penelusuran literatur untuk penyusunan bibliografi guna penelitian sumber daya hayati perairan dan pengumpulan data tenaga kerja yang tersedia.
Ketiga, dalam rangka penelitian di bidang energi telah dikumpulkan beberapa data yang meliputi keadaan dunia me­ngenai batu bara, uranium, thorium dan sirkon. Di samping itu di Indonesia telah diadakan penelitian mengenai radiasi matahari.
Di samping itu dalam rangka inventarisasi kekayaan alam, dalam tahun 1974 BAKOSURTANAL telah mengadakan usa­ha-usaha pembuatan design dan persiapan suatu sistem infor­masi sumber alam dan lingkungan melalui pelaksanaan suatu pilot studi daerah di Jawa Tengah dan di Yogyakarta.

Penelitian Jangka Pendek
Dalam Repelita II kegiatan penelitian jangka pendek di­arahkan pada penunjang kegiatan di sektor pertanian, perin­dustrian dan pertambangan.
1. Penelitian Pertanian
Pokok masalah dalam penelitian di bidang pertanian ialah penambahan sumber makanan rakyat yang sehat serta kemung-­kinan pemasarannya. Karenanya kegiatan penelitian sektor
727pertanian ditujukan kepada penelitian yang hasilnya dapat menunjang usaha-usaha peningkatan produksi dan perbaikan mutu produksi. Di bawah ini akan dibahas secara terperinci hasil-hasil yang telah dicapai dalam tahun pertama Repelita II.
Dalam tahun pertama Repelita II telah dilanjutkan pene­litian untuk mendapatkan benih unggul baik untuk beras mau­pun untuk kacang kedele, jagung, tomat dan lain-lain. Di bidang peternakan, penelitian pembenihan buatan dengan sperma beku impor telah menghasilkan peningkatan mutu sapi perah.
Di bidang perikanan penelitian dapat menemukan lokasi larva yang dapat meningkatkan produksi udang di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Demikian pula telah dike­tahui potensi udang watang di Sumatera Selatan, Jambi, Riau dan Kalimantan Tengah. Penelitian pembiakan udang laut mau­pun udang air tawar diintensifkan untuk membantu penyediaan nener alam.
Kegiatan penelitian tanah berupa survey dan pemetaan tanah dalam hubungan dengan penelitian kesuburan tanah dan konservasi tanah dilanjutkan untuk menunjang pembangunan pertanian.
Penelitian kehutanan diarahkan untuk mengembangkan dan meningkatkan pemasaran kayu Indonesia. Telah diteliti 120 jenis kayu perdagangan dan hasil-hasilnya. Dalam bidang eks­plorasi hutan telah diteliti sistim eksploitasi, cara penebangan, pengangkutan dan pengurangan limbah (waste), perawatan alat mekanis dan teknik konstruksi jalan.
2. Penelitian dalam bidang perindustrian dan teknologi
Penelitian dalam bidang perindustrian dipusatkan pada penelitian bahan alam Indonesia yang mempunyai nilai ekspor dan nilai substitusi impor serta pengolahan bahan pangan.
Penelitian-penelitian kimia meliputi kegiatan sebagai beri­kut. Dalam pengolahan kedele telah diteliti kemungkinan meng­olah minyak dari hasil ekstraksi tepung kedele, membuat kecap
728secara fermentasi dan kemungkinan membuat kecap secara hidrolisa dengan menggunakan tepung kedele tanpa minyak sebagai bahan baku. Di samping itu juga telah diadakan pene­litian phytokimia antara lain untuk menganalisa komposisi dan sifat-sifat dari kecibeling dan kumis kucing. Selanjutnya juga telah diadakan penelitian kimia silikat untuk memanfaat­kan potensi bantuan silikat menjadi bahan kimia yang lebih berguna.
Penelitian geolistrik antara lain diarahkan untuk pengem­bangan teknik pengukuran tekanan jenis bumi dan metode inter­prestasi. Di samping itu hasil penelitian geolistrik penting untuk menentukan letak debit cadangan air dalam bumi dan air pengembangan cara penentuan penyebaran lapisan bantuan. Penelitian-penelitian instrumentasi ditujukan terutama untuk pembuatan peralatan yang diperlukan oleh lembaga-lembaga penelitian dan industri.
Di samping itu juga telah diadakan penelitian mengenai peralatan peraga pendidikan tehnik untuk sekolah-sekolah menengah. Prototype yang telah dibuat antara lain ialah alat praktikum lensa doublet untuk teleskop, interferometer seder­hana untuk mentest komponen optik, alat pengering (compart­ment drier), alat untuk mengetahui karakteristik perpindahan panas dari pipa yang dipanaskan kecaran (heat exhanger), alat pengering/pemisah untuk memisahkan cairan campuran (filter press), alat distilasi untuk mendistilasikan dua cam­puran zat cair, rotary drier, alat peraga aliran cairan dan alat peraga proses pemisahan partikel dari masa (flotation).
Penelitian elektronika dapat dibagi dalam 3 kelompok penelitian yaitu dalam bidang komponen, dalam bidang tele­komunikasi dan dalam bidang industri elektronika. Penelitian dalam bidang komponen ditujukan untuk memungkinkan pe-ngembangan produksi komponen yang merupakan unsur vital dalam industri elektronika di dalam negeri. Penelitian di bidang telekomunikasi ditujukan untuk secara bertahap meneliti pe-ngaruh cuaca dan sifat kepulauan negara kita terhadap ke‑
729adaan, sistim dan cara komunikasi radio. Dalam tahun 1974 antara lain dilakukan penelitian mengenai data modem (modu-lator/demodulator untuk saluran telepon yang dimaksudkan untuk mempertinggi efisiensi penggunaan komputer-komputer yang ada di Indonesia, dengan cara menyalurkan data-data dari komputer secara langsung melalui sistim komunikasi.
Di samping itu penelitian combiner untuk tropospheric kapasitas rendah, yang diharapkan dapat mewujudkan sistim komunikasi yang menggunakan peralatan buatan dalam negeri untuk menghubungkan pulau-pulau kecil, dilanjutkan.
Di bidang industri elektronika dilakukan penelitian menge­nai kemungkinan pembuatan cell detector untuk pengukuran butir-butir darah dengan menggunakan cara elektronik.
Penelitian metalurgi meliputi penelitian mengenai masalah­masalah dalam pengolahan mineral (ekstraktip-metalurgi) dan masalah-masalah yang berhubungan dengan logam. Dalam pengolahan mineral, yang menjadi sasaran adalah masalah­masalah yang berhubungan dengan pengembangan teknologi pengolahan beberapa jenis mineral, seperti biji-biji nikel, man­gan, ilmenit (yang mengandung unsur-unsur utama besi dan titan), dolomit dan bauksit.
Dalam bidang logam penelitian ditekankan pada masalah korosi logam, terutama untuk mengetahui masalah-masalahnya di Indonesia serta untuk pengembangan teknologi pencegahan­nya.
3. Penelitian Dalam Bidang Geologi dan Pertambangan
Kegiatan penelitian dalam bidang geologi dan pertambang­an dalam tahun 1974/75 terutama ditekankan inventarisasi sum­ber-sumber kekayaan alam.
Inventarisasi sumber kekayaan alam dalam rangka kerja sama antara LAPAN — LIPI — BAKOSURTANAL dan NASA meliputi penelitian mengenai data-data ERTS untuk geologi dan landuse serta bantuan foto infra merah dari PN Areal Sur-
730vey. Proyek tersebut akan berlangsung selama beberapa tahun. Sebagian pekerjaan di daerah Jampang Kulon, Jawa Barat telah diselesaikan.
Dalam pekerjaan Sandi stratigrafi, satu penampang stra­tigrafi yang mempunyai arti penting untuk industri minyak bumi sudah dapat diselesaikan.
Seluruh pekerjaan mengenai statistik dan ekonomi mine­ral telah diselesaikan dan laporan berupa peta-peta masih da­lam penyelesaian.
Di samping itu telah diadakan penelitian dan pemetaan mineral di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Lam­pung, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.
Penelitian geologi teknik dan biro-geologi yang mencakup penelitian geologi tata-kota telah dilakukan di Balikpapan, Sa­marinda dan Bandung Raya. Sedang penelitian geologi teknik telah dilakukan untuk merencanakan waduk Cibeet, Jawa Barat.
Penelitian gerakan tanah dilakukan di 21 lokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera. Penelitian hidro geologi dilakukan di Pulau Sumbawa, Medan dan Lho Seumawe untuk pemetaan dan untuk perencanaan daerah trans­migrasi di Lahat dan Komering Ulu.
Penelitian energi geothermal meliputi inventarisasi potensi panas bumi di 119 lokasi di Indonesia bagian Timur. Untuk penelitian lanjutan dalam rangka eksplorasi energi panas bumi telah dilakukan penyelidikan-penyelidikan di Jawa Barat dan Bali di Tuban Utara. Penelitian-penelitian geokimia dilakukan di 200 lokasi.
Pemetaan dasar nasional, yang telah dimulai sejak tahun 1970 dan dilakukan di Kalimantan Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumatera Utara, Riau daratan, meliputi sasaran seluas 360.000 km2. Dalam tahun 1974/75, kegiatan ini dilanjutkan.
731Hasil-hasil yang telah dicapai sampai tahun 1974/75 adalah 132.000 lembar peta dasar topografi dengan skala 1 : 50.000 untuk daerah Kalimantan Barat, Lampung dan Sumatera Selatan. Mengenai daerah-daerah lainnya sebagian sudah selesai dengan pemotretan udara dan masih dalam tahap penelitian data lapangan.

4. Penelitian Dalam Bidang Tenaga Atom
Dalam bidang penelitian tenaga atom telah berhasil diting­katkan kemampuan pemeliharaan dan perbaikan alat elektronik nuklir.
Di samping itu telah berhasil pula dibuat prototype alat untuk mengukur refraksi sinar dan alat yang diperlukan dalam fisika kesehatan untuk menjaga keselamatan kerja terhadap radiasi Gamma. Produksi isotop telah berhasil ditingkatkan dalam jumlah jenis/macam isotop, bahkan berhasil dibuat isotop radio-aktip baru, Mn-54 dan Co 58.
Dalam Repelita I telah dilakukan survey mineral radio­aktip di Kalimantan dan ditemukan daerah anomali radio-aktip. Penemuan ini memungkinkan penciutan daerah survey di daerah Batang Kawa dari seluas 55.000 Km2 menjadi 22.000 Km2 dan di daerah Luar Ella Hillir dari 9.500 Km2 menjadi 3.800 Km2. Di daerah Kalimantan Barat dalam tahun 1974 telah dilakukan pengeboran-pengeboran untuk mengetahui nilai ekonomis daerah endapan uranium. Di daerah Sumatera Barat dan Lampung telah dapat dilakukan prospeksi lapangan masing-masing 50.000 Km2 dan 100 Km2, dibuat peta-peta geologis, dilaksanakan pemetaan radiometris dan diperoleh koleksi contoh-contoh. Dari analisa dan pengolahan data hasil survey di kedua daerah diketahui adanya daerah-daerah anomali dengan radio aktivitas yang tinggi yang diduga mengandung uranium.
Di bidang ketenagaan, sejak Repelita I telah dilakukan persiapan-persiapan, pemupukan keahlian dan peningkatan
732kemampuan tehnologi dalam soal-soal yang berhubungan dengan reaktor daya.
Dalam usaha peningkatan kemampuan di bidang teknologi reaktor, Team Pembangunan Reaktor telah memulai tugasnya dengan membuat disain sendiri dan merencanakan konstruksi sebuah Reaktor Penelitian di Pusat Penelitian GAMA dengan mempergunakan bahan bakar dari bekas teras Reaktor TRIGA yang lama.
5. Penelitian Antariksa
Penelitian antariksa ditujukan untuk memberikan hasil yang memungkinkan peningkatan teknologi antariksa dalam berbagai bidang, seperti sistem komunikasi, teledeteksi sumber alam, peramalan cuaca serta kemampuan perumusan penelitian akan sistem aplikasi teknologi antariksa lainnya. Dalam tahun 1974/75 telah dilakukan pelbagai kegiatan.
Dalam bidang pengembangan teknologi telah dilakukan penyelidikan-penyelidikan mengenai kemungkinan memodifika­si roket, "micro shuttle", roket "sounding", propuisi nuklir, pengertian dasar aspek bio medis kedirgantaraan. Di samping itu juga diadakan penelitian mengenai sistem analisa, kompu­ter, sistem diklat, sistem informasi kedirgantaraan, sistem me­tode otomatis pengolahan data dan studi pengadaan kelompok almiawan dalam ilmu kedirgantaraan.
Dalam bidang pemanfaatan satelit cuaca dan aplikasi lain­nya, sistem peramalan cuaca APT (Automatic Picture Tran­smission) telah diperkuat dengan penambahan unit peralatan penerima gambar-gambar awan secara otomatis.
Sebagai hasil kerja lama LAPAN-ITB dan lembaga-lemba­ga LIPI dalam penelitian tentang penerimaan (receiving) an­tena telah dihasilkan prototype-prototype unit receiving APT dan antena APT serta suatu unit mobil lengkap dengan unit penerimanya.
Secara teratur telah dikirim gambar-gambar awan sebagai dasar ramalan cuaca kepada lapangan terbang Kemayoran dan Halim Perdanakusumah.
Dalam bidang pemanfaatan satelit teledeteksi, maka seba­gai kelanjutan kegiatan-kegiatan tahun yang lalu kegiatan da­lam tahun 1974 ditekankan pada partisipasi dalam program ERTS-NASA. Dalam hubungan itu telah dilakukan pemotretan udara dengan multi-spectral camera dan scanner, serta peng­amatan di darat dan pembahasan hasil-hasilnya dalam loka­karya. Dalam pada itu telah dilakukan stud tentang teknik pengamatan, pemrosesan dan evaluasi yang mutakhir.
6. Penelitian Dalam Bidang Lingkungan Hidup
Dalam tahun 1974/75 telah diadakan penelitian mengenai lingkungan Hidup Manusia dan Alam Sekitarnya. Penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai berbagai proses kehidupan, untuk mengetahui hubu­ngan antara organisme dalam lingkungannya dan untuk mengetahui ketergantungan sumber alam yang satu dengan yang lain dalam usaha mempertahankan kelestarian masing­masing.
Selain itu telah pula dilakukan penelitian tentang pengaruh kota Jakarta terhadap tata lingkungan perairan teluk Jakarta dan sekitarnya, khususnya pengaruhnya terhadap kekayaan biota laut.
Kegiatan tersebut, dimaksudkan pula untuk memonitor per­kembangan jangka panjang kondisi lingkungan perairan teluk Jakarta dan sekitarnya.
7. Penelitian Bidang Pendidikan
733Kegiatan penelitian dibidang pendidikan pada tahun 1974/ 75 dimaksudkan untuk melanjutkan program pengembangan pendidikan yang telah dimulai dalam Repelita I. Atas dasar hasil-hasil penelitian yang dilakukan, bersama-sama dengan 8 Perintis Sekolah Pembangunan, telah dibuat disain umum
734penyusunan kurikulum/tata ajaran yang meliputi silabi dan program pengajaran bagi eksperimen Sekolah Pembangunan. Disamping itu telah disusun metode untuk pelajaran ilmu pengetahuan alam, matematika, bahasa dan ilmu pengetahuan sosial. Dalam pada itu telah pula disiapkan tenaga-tenaga peneliti melalui penataran.
Penelitian-penelitian lain juga dilakukan dengan tujuan memperoleh data yang diperlukan untuk mengembangkan satu model program pendidikan nonformil yang bersifat lintas sektoral, menentukan standar berbagai alat pendidikan, mem­peroleh informasi yang diperlukan untuk penentuan kebijak­sanaan dalam pembinaan pendidikan dan kebudayaan di ting­kat pusat dan daerah, mengembangkan pola pengelolaan dan ketenagaan dan untuk mengembangkan kebijaksanaan pergu­ruan tinggi.
8. Penelitian di Bidang Kesehatan
Program penelitian dalam bidang kesehatan meliputi kegi­atan-kegiatan penelitian pengembangan kesehatan, penelitian pelayanan kesehatan kepada masyarakat, penelitian epidemio- logi, penelitian-penelitian kesehatan gigi, mutu gizi, penelitian mengenai kwalitas obat-obatan dan penelitian pendahuluan mengenai obat asli. Masalah-masalah yang mendapat perhatian dalam penelitian-penelitian tersebut adalah masalah penyakit dan gangguan kesehatan, lingkungan hidup, teknik kesehatan, gangguan cara pelayanan dan segi-segi sosial budaya serta psikologi masyarakat. Sebagian besar penelitian tersebut masih dalam taraf penyelesaian.
Disamping hal-hal tersebut juga dilakukan penelitian me­ngenai pemberantasan vektor (organism yang menyebabkan penyakit), penyakit zoonosis dan penyakit menular.
9. Penelitian di Bidang Sosial Budaya
Dalam bidang Sosial Budaya telah dilakukan penulisan buku sebagai hasil dari pada penelitian-penelitian sosial yang
735telah dilaksanakan. Dalam tahun 1974/75 juga telah diadakan penelitian mengenai ciri-ciri dan persepsi wanita kota tentang peranan mereka dalam kota dan masyarakat.
Di samping itu, di bidang kependudukan telah diadakan penelitian mengenai migrasi di 9 propinsi di Indonesia. Hasil­hasil penelitian sedang diolah.
Selanjutnya telah dilaksanakan juga penelitian tentang penyerapan tenaga kerja di sektor industri di 3 kota Surabaya, Semarang dan Bandung. Penyusunan laporan mengenai hasil penelitian ini hampir selesai.
Dalam tahun 1974 telah diadakan persiapan untuk menga­dakan penelitian tentang pengangguran dan setengah pengang­guran di Jawa.
Dalam bidang hukum telah diadakan Seminar tentang ma­salah-masalah dasar dalam hukum positif Indonesia yang ber­tujuan mengindentifikasikan masalah-masalah hukum positif guna perencanaan pembinaan hukum dan pengerahan peneli­tian-penelitian hukum. Survey pendahuluan perkembangan hu­kum positif telah dilakukan di Sumatera, Jawa dan Sulawesi.
Di samping yang telah disebutkan di atas juga telah di­adakan penelitian mengenai kesadaran dan kewibawaan pene­gak hukum, inventarisasi hukum positif, penelitian mengenai hukum tanah, Kompedium hukum perdata, hukum positif adat dan mengenai peradilan tata usaha.
10. Pengembangan Penelitian Kawasan
Penelitian kawasan yang telah dilakukan dalam tahun 1974 bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari masalah-masalah internasional penting dewasa ini. Di samping itu juga telah diteliti sejarah politik luar negeri negara-negara wilayah Asia Tenggara dan Ero-Amerika, pengaruh Asia Timur terhadap Indonesia, peranan bahasa nasional sebagai alat komunikasi di Asia Tenggara, sejarah maritim di Asia Tenggara, dan hu­bungan MEE dengan ASEAN. Tambahan pula telah dipelajari data-data dasar organisasi masyarakat Eropa.
736Dari penelitian kawasan tersebut telah diperoleh hasil­hasil yang berguna.
11. Pengembangan sarana ilmu dan teknologi
a. Pengembangan Sistem Jaringan untuk Dokumentasi dan Informasi.
Pengembangan komunikasi dan informasi ilmiah merupa­kan usaha vital dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam Repelita I telah dimulai dirintis pengem­bangan sistem jaringan informasi dan komunikasi ilmiah se­cara nasional melalui pelbagai lokakarya dan kegiatan per­siapan serta peningkatan koleksi perpustakaan dan bahan in­formasi lainnya. Dalam tahap tersebut dimulai usaha pengem­bangan 4 pusat dokumentasi dan informasi, masing-masing dalam bidang ilmu pengetahuan alam, bidang biologi dan per­tanian, bidang kesehatan dan kedokteran dan bidang ilmu so­sial dan kemanusiaan. Di samping itu Pusat Dokumentasi dan Informasi Nasional (PDIN) telah berfungsi sebagai pusat data ilmu alam dan teknologi di samping berfungsi sebagai koordi­nator Sistem Nasional Jaringan Dokumentasi dan Informasi. Dalam melakukan kegiatannya PDIN dibantu oleh perpustaka­an-perpustakaan tertentu di Departemen-departemen/Lemba­ga-lembaga lain.
Pengembangan Sistem Nasional Jaringan Dokumentasi dan Informasi mencakup 2 kegiatan, yaitu mekanisasi katalog in­duk majalah dan kegiatan survey nasional informasi ilmiah. Jumlah koleksi literatur PDIN pada tahun 1974/75 meliputi puluhan ribu buku dan ratusan microfilm.
Dalam tahun 1974/75 telah diterbitkan publikasi hasil kar­ya ilmiah & penelitian yang telah dilakukan oleh lembaga-lembaga dalam lingkungan LIPI melalui pelbagai penerbitan.
b. Pengembangan Sistem Nasional untuk Standarisasi
Untuk pengembangan sistem nasional standarisasi dalam tahun 1974 telah dibentuk Proyek Pengembangan Sistem Na‑
737sional untuk Standarisasi. Sebagai kelanjutan telah dibentuk beberapa Komisi-komisi Bidang yang mendapatkan tugas un­tuk menggarap pengembangan standar-standar dalam bidang masing-masing.
Komisi bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi bertugas mengembangkan standar-standar yang dibutuhkan dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi. Komisi bidang Logam dan Mesin bertugas untuk menginventarisasi standar dan kegiatan-kegiatan standardisasi dan pengembangan di bidang logam dan mesin. Komisi bidang Satuan bertugas mem­pelajari satuan-satuan yang lazim dipakai di Indonesia dan me­melopori penerapan satuan Standar Internasional (SI) dengan menyusun saran-saran tentang langkah-langkah yang perlu di usahakan agar sistem SI diterima oleh Indonesia. Kelompok inti Koms Barang Konsumsi bertugas untuk menginventari­sasikan standar-standar dan melaksanakan kegiatan standari­sasi di bidang barang konsumsi.
Pembentukan Komisi bidang Listrik masih dalam penja­jagan. Dalam bidang tersebut kini sedang diolah penyusunan kembali Peraturan Umum Instalasi Listrik untuk mengganti­kan Peraturan Umum Instalasi Listrik yang ada.
Sebagai wadah penyebaran kegiatan informasi mengenai standarisasi telah diterbitkan suatu majalah.
12. Prasarana Fisik Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi
Pembangunan dan penyediaan prasarana dan sarana-sara­na fisik untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di lembaga-lembaga penelitian pada umumnya menunjukkan ke­majuan. Hal ini diharapkan dapat mendorong perkembangan ilmu dan teknologi dan memperlancar usaha pemerataan ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat. Prasarana dan sarana tersebut terutama terdiri atas berbagai bangunan untuk ruang­ruang kerja dan administrasi, ruang-ruang untuk pekerjaan laboratorium dan bengkel, bangunan-bangunan untuk gudang dan peralatan laboratorium & ilmiah.
738Penambahan prasarana/sarana dari beberapa lembaga penelitian antara lain meliputi penambahan gedung Pusat Do­kumentasi Informasi Nasional di Jakarta, pembangunan ge­dung Pusat Penelitian & Pengetahuan Sumber Genetika di Bo­gor, pembangunan laboratorium untuk Pusat Reaktor Atom di Bandung, serta pembangunan kerangka laboratorium kimia nuklir untuk Pusat Penelitian GAMA di Yogyakarta.
B. STATISTIK
1. Pendahuluan
Untuk menunjang perencanaan, pengamatan kemajuan dan penilaian hasil pembangunan secara keseluruhan, perlu dibina suatu sistim statistik yang dapat memberikan, baik gambaran yang agregatif, maupun gambaran tentang corak dan komposisi lapangan kegiatan pembangunan, seperti corak pertumbuhan pertanian, industri, corak dan komposisi ekspor, impor dan lain sebagainya.
Untuk memenuhi keperluan perstatistikan diharapkan bukan hanya supaya datanya tepat waktunya, lengkap dan ter­andalkan, melainkan juga harus terperinci menurut keperluan operasionil. Sesuai dengan salah satu tujuan yang penting da­lam Repelita II, yang sangat diperlukan ialah data yang ter­perinci tentang distribusi pendapatan dan pengeluaran menu-rut golongan penduduk dan daerah, diukur dengan pengeluaran konsumsi untuk makanan, perumahan, pemeliharaan kesehatan dan pendidikan, dan pengeluaran mutlak lainnya.
Dengan makin meningkatnya persyaratan yang diharap­kan dari perstatistikan, maka makin perlu ditingkatkan pem-binaan tenaga statistik yang makin trampil dalam penggunaan metode dan tehnik untuk mengatasi berbagai keterbatasan. Hal ini diusahakan dengan pengaturan berbagai survey dan senses yang lebih efisien dan efektif. Dalam pengembangan perstatistikan diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) apa
yang perlu dikumpulkan (2) sumber data dan pendekatannya; dan, (3) urutan prioritas dalam membina statistik dengan mem­perhatikan urgensinya.
2. Kebijaksanaan dalam perstatistikan
Dalam rangka pelayanan terhadap berbagai keperluan akan data statistik bagi perumusan rencana pembangunan, ser­ta penilaian perkembangan pelaksanaannya, maka dikembang­kan suatu sistim statistik. Dalam sistim statistik tersebut di satu pihak dikumpulkan statistik sebagai hasil sampingan dari administrasi berbagai macam instansi, dan di lain fihak dikum­pulkan statistik dengan usaha khusus berupa survey dan sen-sus. Antara kedua jenis kegiatan itu diadakan koordinasi, se-hingga hasilnya saling isi-mengisi dan saling menunjang.
Koordinasi antara kegiatan statistik berbagai instansi yang sudah dimulai ialah di bidang statistik pertanian, perikanan, perdagangan, ekspor, impor dan antar pulau, statistik perhu­bungan dan pariwisata, statistik tenaga kerja dan statistik harga-harga. Usaha koordinasi ini perlu ditingkatkan dan di­perluas, sehingga meliputi lebih banyak lagi jenis statistik.
Dengan mendirikan kantor-kantor cabang Biro Pusat Sta­tistik di daerah, kerja sama antara Biro Pusat Statistik dengan Pemerintah Daerah makin dirasakan manfaatnya. Dengan ker­ja sama ini dapat dihasilkan data statistik bagi pusat, demikian pula dapat dikeluarkan buku statistik tahunan untuk propinsi­propinsi dan perkiraan pendapatan regional.
Peningkatan ketrampilan tenaga statistik, baik yang beker­ja di Biro Pusat Statistik, maupun di instansi-instansi lain, dijalankan terus-menerus.
737
511120Untuk memperbaiki sistim perstatistikan nasional dan memperkuat kemampuan Biro Pusat Statistik dalam organisasi dan penatalaksanaan serta teknik statistik, diadakan kerja sama dengan badan-badan luar negeri dan badan-badan inter-nasional. Usaha lain ialah meningkatkan kemampuan membuat
740berbagai analisa statistik supaya terungkapkan sudut-sudut kelemahan berbagai data, yang dapat dipakai sebagai pedo-man untuk perbaikan.
Selama Repelita II akan dilaksanakan tiga madam kegiat­an, ialah : peningkatan atau pengembangan berbagai macam statistik; kegiatan sensus dan ad hoc survey, dan pengembang­an sistim perstatistikan nasional.
Peningkatan atau pengembangan statistik mencakup sta­tistik-statistik (1) pertanian; (2) industri, termasuk konstruksi; (3) pengangkutan; (4) sosial; (5) harga dan biaya hidup; (6) perdagangan. Kegiatan senses dan ad hoc survey terdiri dari (1) sensus dan survey penduduk; (2) sensus pertanian yang telah diadakan pada tahun 1973, sedang pengolahannya akan berlangsung selama dua tahun, ialah tahun 1974 dan 1975; (3) sensus industri tahun 1974/75. Program Pembangunan Sta­tistik bertujuan untuk mengembangkan sistim perstatistikan nasional.

3. Pelaksanaan kegiatan di bidang perstatistikan tahun 1974/75
a. Statistik Pertanian
Usaha yang telah dilakukan pada tahun 1974/75 ialah pengembangan metode memperkirakan hasil produksi rata-rata per hektar tanaman pangan pokok berupa padi dan palawija. Survey "ubinan" yang diadakan secara nasional untuk mem­perkirakan rata-rata produksi dan yang telah dilakukan bebe­rapa tahun dirasakan belum memenuhi keperluan sepenuhnya. Hal ini disebabkan karena masih belum dapat memberikan angka perkiraan yang baik untuk tingkat kabupaten, apa lagi untuk tingkat kecamatan. Untuk dapat menghasilkan angka yang cukup dipertanggung jawabkan pada tingkat daerah di bawah tingkat propinsi, diperlukan sample yang sangat besar. Masalah yang masih perlu diatasi ialah adanya jumlah orang
741yang tidak memberikan jawaban (non-respons) yang sangat besar dengan metode yang sekarang.
Untuk memperoleh perkiraan hasil rata-rata per kabupa-ten, telah dilakukan penelitian metode lain yang lebih bank teta­pi cukup sederhana, sehingga pelaksanaannya kemudian dapat diserahkan kepada pegawai Pemerintah Daerah dan Biro Pusat Statistik hanya mengurus perkiraan produksi tingkat nasional dan propinsi saja. Metode ini disebut Teknik Pengukuran Ta­naman (plant measurement technique).
Di samping itu diadakan perkembangan metode meramal­kan produksi karet alam melalui model perkiraan produksi, perbaikan cara meramalkan produksi padi dengan menyelesai­kan analisa time series yang terperinci, dan lanjutan penye­lesaian pengolahan hasil sensus pertanian tahun 1973.
Sensus dan survey kopi rakyat dan sensus perikanan yang termasuk program sensus pertanian, telah selesai ditabulasikan, dan menunggu analisanya sebelum diterbitkan.
Untuk masa yang akan datang masih perlu dikembangkan (a) statistik harga produsen petani untuk menilai hasil produk­si guna perhitungan produk domestik bruto, (b) statistik ten-tang penggunaan bahan setengah jadi (intermediate consump­tion) di bidang pertanian, (c) perbaikan angka-angka laporan desa tentang jumlah ternak dan besarnya pemotongan ternak. Dalam perkiraan tentang jumlah ternak yang dipotong perlu diadakan perbaikan metodenya serta (d) statistik perikanan laut. Data yang berasal dari pelelangan ikan dirasakan sangat lemah untuk digunakan sebagai indikator perkembangan pro­duksi, sehingga diadakan perbaikan dalam perhitungan ini dengan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perikanan.
b. Statistik industri
Mengenai statistik tahunan dan triwulan industri telah da­pat diselesaikan pengumpulan data sampai dengan tahun 1974, dan tabulasi data tentang tenaga kerja, input dan nilai tam‑
742bahaya. Data tersebut masih dipandang belum lengkap, karena ruang lingkupnya terbatas kepada perusahaan-perusahaan be­sar dan sedang. Untuk memperoleh gambaran secara menye­luruh tentang struktur sektor industri, supaya dapat dihitung indeks produksi sektor industri sebagai indikator perkembang­an sektor ini, maka mulai bulan Juli 1974 diselenggarakan sen­sus menyeluruh yang mencakup semua lapisan industri, per­tambangan, listrik, air dan gas, dan konstruksi. Sensus industri ini masih dalam tahap pelaksanaan. Untuk sub-sektor kerajin­an rumah tangga telah dilakukan pengolahan.
Untuk masa mendatang akan diteruskan pengolahan hasil sub sektor kerajinan yang dokumennya baru masuk sesudah bulan Desember 1974 dan sub-sektor-sub-sektor lainnya yang hasilnya diperkirakan akan masuk sekitar bulan Agustus 1975.
c. Statistik pengangkutan (transpor) (i) Angkutan laut
Dalam rangka implementasi sistim "L-2 Scheme" yang disarankan oleh Rapat Statistik Negara-negara Escap dan juga dimufakati dalam forum ASEAN untuk diperkembangkan ber­sama, maka telah dilakukan persiapan pembinaan statistik pengangkutan laut ini. Dengan sistim ini dimungkinkan peng­golongan barang (komoditi) menurut ciri-ciri kapal, sehingga tidak hanya tersedia data yang diperlukan untuk analisa agre­gatip, melainkan juga data yang berguna untuk pengaturan perkapalan, khususnya perkapalan nasional. Data itu dipandang sangat perlu dalam menentukan kebijaksanaan perhubungan. Yang menjadi masalah pokok dalam realisasi program ini ialah pengkode-an kapal. Dari dokumen-dokumen yang sampai seka­rang digunakan, belum dapat didapatkan seluruh keterangan yang diperlukan.
Karena dokumen-dokumen yang sampai sekarang diguna­kan dalam angkutan laut belum dapat memberikan seluruh ke­terangan yang diperlukan untuk pelaksanaan sistim "L-2
743Scheme", maka perlu dikembangkan suatu sistem kode kapal yang sederhana, yang dapat digarap oleh tenaga-tenaga ting­kat rendah. Untuk itu sedang dipelajari kemungkinan diguna­kannya International radio call sign atau simple numerical code. Di samping itu sudah dimulai dan akan terus dilengkapi penyusunan file mengenai karakteristik kapal.

(ii) Angkutan darat
Dalam sub-sektor angkutan darat sedang dipersiapkan suatu rencana sample survey angkutan darat, khususnya penen­tuan macam data yang akan dikumpulkan. Survey ini dimak­sudkan untuk sekaligus dapat dipakai untuk perkiraan besar­nya kontribusi sektor angkutan darat dalam Produk Domestik Bruto.
Di waktu yang akan datang direncanakan untuk menerus­kan persiapan rencana sample survey angkutan darat. Demi­kian pula mengenai penyempurnaan statistik perkereta-apian.
d. Statistik sosial
Dengan selesainya pengolahan hasil sensus penduduk tahun 1971, baik untuk tingkat kabupaten, propinsi, dan nasional, maka dapat dimulai berbagai analisa. Berbagai hal yang sudah dilakukan ialah (1) proyeksi penduduk untuk tahun 1971 sam­pai dengan tahun 1981, diperinci menurut umur, jenis kelamin, dan per pulau, yang didasarkan atas hasil pengolahan semen­tara dari sensus penduduk 1971. Proyeksi ini masih akan di­sempurnakan didasarkan pada hasil akhir pengolahan sensus dengan menggunakan cara yang lebih mantap. (2) Keadaan demografi di Indonesia, yang merupakan ulasan tentang per­kembangan penduduk dari tahun 1930, 1961 sampai dengan 1971. (3) Situasi angkatan kerja 1971 — 1981, yang juga masih didasarkan pada hasil sementara sensus. Pada waktu ini sedang diusahakan analisa tentang pendidikan dan peng­gunaan tenaga kerja berdasarkan hasil sensus penduduk 1971.
744Mengingat pembangunan akan ditekankan pada pemba­ngunan ekonomi dan sosial, maka dipandang perlu untuk di­adakan perkiraan tentang jumlah penduduk untuk tahun-tahun mendatang, bukan hanya pada tingkat propinsi, melainkan juga untuk tingkat kabupaten.
Proyeksi penduduk supaya dapat dipertanggung-jawab­kan tergantung pada mutu data pokok yang digunakan sebagai dasar proyeksi, serta asumsi mengenai tingkat kelahiran, ke­matian, dan perpindahan penduduk. Karena itu terus diusaha­kan perapihan terhadap angka-angka distribusi penduduk me­nurut umur, kelamin, dan terus dilakukan penelitian tentang tingkat dan kecenderungan komponen demografis yang cocok. Di samping itu diadakan pula penelitian metode untuk memperoleh kriteria yang lebih tepat guna penentuan daerah perkotaan, yang akan digunakan pada sensus dan survey di­masa yang akan datang. Data statistik penduduk dan statistik dinamika perkembangan penduduk yang mencakup statistik kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, dan perpindahan, diperoleh melalui tiga sumber, ialah Sensus Penduduk, survey penduduk, dan registrasi penduduk. Ketiga sumber tersebut masih harus dibina secara berdampingan dan satu sama lain harus dapat saling mengisi.
Keadaan dewasa ini masih memerlukan perbaikan-perbaik­an karena registrasi penduduk masih sangat lemah dan belum dapat menghasilkan data yang dapat diandalkan. Hal yang terutama menyebabkan rendahnya mutu data yang berasal dari registrasi penduduk antara lain ialah belum adanya pengatur­an registrasi penduduk yang berlaku seragam dan menyangkut semua lapisan penduduk. Kecuali itu belum meratanya kewa­jiban penduduk untuk mencatatkan kejadian kelahiran dan kematian dengan sistim yang sama. Demikian pula kurang adanya kesadaran penduduk akan kegunaan catatan sipil yang teratur dan tepat waktunya. Perbaikan sistem registrasi pen­duduk mutlak diperlukan dalam masa pembangunan dewasa ini, bukan hanya untuk menghasilkan statistik penduduk yang
bermutu, melainkan juga untuk tertib administrasi kependu­dukan.
Untuk mencari sistim registrasi penduduk yang baik, telah diadakan pilot proyek dalam bentuk penelitian/percobaan ter­lebih dahulu dibeberapa daerah. Penelitian/percobaan ini di­sebut sample registrasi penduduk untuk mempelajari secara saksama segala kelemahan sistim registrasi penduduk yang ada dan memperkembangkan suatu sistim baru yang dapat berlaku untuk seluruh tanah air dan semua lapisan masyara­kat. Demikian pula untuk mengumpulkan data kependudukan, khususnya kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk yang terperinci dan dapat dipercaya,

Selain melanjutkan proyek sample registrasi penduduk, juga dipersiapkan rencana proyek Survey Penduduk Pertengah­an Dasawarsa (Intercencal Population Survey) disingkat men­jadi IPS. Dalam IPS ini sekaligus akan dicakup suatu tahap untuk melaksanakan survey tingkat kelahiran sebagai parti­sipasi dalam Survey Fertilitas Dunia (World Fertility Survey), ialah suatu program riset internasional yang diselenggarakan oleh International Statistical Institute dan bekerja sama de­ngan International Union for-Scientific Study of Population dan PBB.
745Tujuan dari pada IPS ialah untuk memperoleh (1) trend daripada fertilitas dan mortalitas, dan perbedaannya menurut daerah dan status sosial ekonomi, (2) menilai angka-angka yang ada dari sumber-sumber lain dengan membandingkan angka-angka periode yang jatuh bersamaan (overlap), (3) mengadakan perkiraan tentang penggunaan tenaga kerja dan keadaan tenaga kerja, (4) mendapatkan keterangan yang se­kiranya berguna untuk keperluan kebijaksanaan program ke­luarga berencana, (5) penyusunan tabel-tabel Survey Fertilitas Dunia. Persiapan untuk IPS ini dimulai pada pertengahan tahun 1974. Pekerjaan akan dapat dimulai bulan September 1975, dan diakhiri kira-kira pertengahan tahun 1976.
746e. Statistik harga dan biaya hidup
Dalam usaha menyajikan suatu pengukur laju inflasi yang lebih luas ruang lingkupnya, maka di samping indeks biaya hidup masih sangat dibutuhkan indeks harga perdagangan besar yang menyangkut juga barang input bagi sektor pro­duksi. Statistik harga konsumen diperlukan terutama untuk menentukan upah, subsidi, dan sebagai indikator dari inflasi, sedang harga perdagangan besar sangat diperlukan dalam me­nilal kestabilan ekonomi secara umum, menentukan kebijaksa­naan dalam ekspor dan impor, mencari deflator untuk peng­hitungan pendapatan nasional dan menganalisa pasar dalam merumuskan kebijaksanaan moneter. Indeks harga perdagang­an besar meliputi sektor pertanian, sektor industri, sektor per­tambangan, sektor impor, dan sektor ekspor serta indeks ga­bungan semua sektor.
Dalam tahun 1974/1975 telah dapat diselesaikan tahap­tahap pekerjaan penentuan barang-barang yang akan dima­sukkan dalam paket indeks serta penentuan bobot timbangan­nya dan pengumpulan harga-harga, yang dilakukan untuk be­berapa tahun untuk tiap bulan dan untuk berbagai kota besar sehingga terdapat angka rata-rata tingkat nasional. Demikian pula sudah mulai dihitung indeks tiap-tiap sektor dan sub­sektor. Sektor ekspor sudah selesai dari tahun 1971 sampai dengan 1974/75, sektor pertanian dari 1971 sampai dengan 1972, sektor industri, sektor impor dan Pertambangan sedang dalam pengolahan.
Untuk harga eceran konsumen telah dilakukan perbaikan dan perluasan dalam pengumpulan data harga-harga eceran barang konsumsi, baik mengenai jenis barangnya, maupun per­luasan jumlah kotanya, yang dicacah secara berkala, dari 38 kota menjadi 96 kota. Mengenai harga eceran dipedesaan tidak diadakan perobahan, hanya ruang lingkupnya diperluas dengan desa-desa di luar Jawa, yang indeknya untuk 9 bahan pokok sudah selesai.
Usaha untuk menyusun indeks harga konsumen, yang ter­diri dari 100 jenis barang dan jasa, yang timbangan dan kom­posisi paketnya didasarkan atas survey pengeluaran konsumsi rumah tangga tahun 1968/69 dan 1970/71 di 11 kota besar terus dilakukan, Di samping indeks per-kota diberikan juga indeks gabungan. Kalaupun indeks ini belum dipakai sebagai pengganti indeks biaya hidup yang sekarang, yang terdiri dari 62 jenis barang dan jasa, maka sebagai angka pembanding dan pelengkap, indeks ini masih sangat berguna.
Pengumpulan data statistik keuangan Pemerintah Daerah mengenai realisasi penerimaan dan pengeluaran Pemerintah Daerah Tingkat I dan Tingkat II dilakukan mulai dengan pe-riode 1972/73. Angka-angka untuk tahun 1973/74 hampir se­lesai penyusunannya. Penerbitannya yang akan datang akan memuat data yang lebih terperinci yang pengelompokan unsur­nya disesuaikan dengan kebutuhan penghitungan pendapatan nasional. Untuk sample desa pengumpulan statistik keuangan­nya baru dimulai pada tahun 1973/1974 dan masih dalam taraf pengolahan.
f. Statistik perdagangan luar negeri.
Masalah yang menyangkut statistik impor dan ekspor ber­talian dengan kelengkapan dokumen-dokumen yang harus datang dari 250 buah pelabuhan dan kelambanan pemasukan­nya di Biro Pusat Statistik. Hal ini secara berangsur-angsur dapat diatasi berkat kerja sama yang baik dengan instansi-instansi yang bersangkutan. Di Pusat sendiri diadakan per­baikan dalam "routing" pengadministrasian dokumen termasuk kontrole penerimaan, pekerjaan koding dan editing, dan peng­aturan kembali program tabulasi dan publikasi. Mengenai statistik arus barang antar-pulau telah diselesaikan seluruhnya untuk tahun 1972 dan 1973, sedang untuk tahun 1974 sedang dalam pengolahan.
g. Sensus Pertanian Tahun 1973
747Maksud dan tujuan utama daripada sensus ini adalah untuk mengumpulkan keterangan-keterangan dasar dari sektor
748pertanian untuk dipakai sebagai kerangka dasar bagi penye­lenggaraan berbagai macam survey dan riset di bidang per­tanian. Di samping itu dari sensus ini diperoleh pula keterang­an dasar yang diperlukan dalam perencanaan sensus industri tahun 1974/75 sehingga biaya penyelenggaraan sensus industri menjadi jauh lebih murah.
Sejalan dengan hasil-hasil yang telah dicapai sampai de­ngan tahun anggaran 1973/74, maka yang akan dilaksanakan pada tahun 1974 dan 1975 adalah tahap pengolahan, tahap ana­lisa dan penyajian hasil. Khususnya untuk tahun anggaran 1974/75 yang direncanakan ialah mulai dari menyiapkan pro­gram-program untuk pengolahan komputer hasil sensus per­tanian rakyat secara sample, sampai kepada menyiapkan pe­nerbitan hasil sensus pertanian rakyat 1973. Kecuali itu me-nyelesaikan pengolahan secara manual hasil sensus perikanan laut/tambak, dan sensus perkebunan besar, serta rencana pe­nerbitannya, dan melanjutkan pengolahan secara manual hasil sensus pertanian rakyat secara lengkap untuk keperluan pe­nyusunan kerangka sampling.
Dalam tahun 1974/75 telah dapat diselesaikan 1) Tabulasi hasil sensus pertanian rakyat secara sample untuk keperluan publikasi sementara dan analisa yang meliputi data tentang jumlah petani/peternak, luas tanah pertanian yang diusaha­kan, penggunaan tanah kering dan jumlah ternak di Indonesia. 2) Komputerisasi seluruh dokumen hasil sensus pertanian rak­yat secara sample untuk tabulasi akhir secara lengkap. 3) Se­luruh tabulasi hasil sensus perkebunan besar siap untuk diana­lisa dan dipublikasikan. 4) Tabulasi sensus perikanan laut/ tambak dari dokumen samplenya dan siap dipublikasikan sete­lah faktor pengali (infraction factor) ditentukan dari hasil pengolahan sensus lengkap. 5) Diselesaikan 40% dari peng­olahan seluruh daftar sensus lengkap data dasar usaha tani untuk keperluan kerangka sampling. Seluruh daftar ini meli­puti kurang lebih 14,7 juta usaha tani di Indonesia.
h. Sensus Perikanan
Sensus perikanan ini dilakukan karena data statistik per­ikanan dewasa ini sangat lemah, sangat terbatas, dan belum mampu menggambarkan struktur perikanan di Indonesia yang sebenarnya. Dalam menghadapi perkembangan perikanan akhir- akhir ini sangat diperlukan data statistik perikanan yang lengkap, khususnya untuk perumusan kebijaksanaan dan pe-rencanaan selanjutnya.
Tujuan dari pada sensus ini ialah untuk mendapatkan data statistik perikanan laut, mengenai struktur ekonomi nelayan, dan jumlah rumah tangga perikanan, termasuk rumah tangga nelayan, anggota rumah tangga dan banyaknya nelayan. Un­tuk perikanan tambak dikumpulkan data mengenai struktur ekonomi dari rumah tangga perikanan tambak, jumlah rumah tangga perikanan tambak termasuk rumah tangga buruh, ang­gauta rumah tangga dan banyaknya buruh tambak. Keterang­an yang di kumpulkan antara lain ialah tentang cara pengu­sahaan, penggunaan peralatan, produksi, dan keterangan ten-tang sosial ekonomi rumah tangga perikanan.
Dengan pelaksanaan dan pengolahan sensus dan survey perikanan tersebut akan diperoleh data statistik yang meng­gambarkan struktur perikanan di Indonesia, yang kecuali dapat dipakai untuk keperluan-keperluan tersebut di atas, juga dapat dipakai sebagai landasan untuk perbaikan data statistik rutin perikanan secara bertahap.
Sampai dengan tahun 1974/75 telah diselesaikan, kecuali kegiatan-kegiatan persiapan, juga pelaksaan pencacahan pada bulan Januari 1974, tabel-tabel angka prosentase hasil pengo­lahan sample yang terdiri dari 45 buah tabel perikanan laut, dan 62 buah tabel perikanan tambak dan analisa mengenai struktur ekonomi perikanan laut sebagai hasil sementara.
i. Sensus dan survey kopi
749Oleh karena keterangan-keterangan yang diperlukan me­ngenai perkopian tidak seluruhnya tercakup dalam sensus per­tanian 1973, maka diputuskan, agar penyelenggaraan sensus
750dan survey kopi dilaksanakan terpisah dari sensus pertanian 1973. Namun demikian diusahakan agar tetap ada hubungan antara kedua proyek tersebut, supaya dapat diadakan penge­cekan timbal balik keterangan kedua proyek tersebut. Hal ini disebabkan karena ada beberapa keterangan yang terdapat baik dalam sensus pertanian 1973, maupun dalam sensus dan survey kopi 1974. Hasil sensus dan survey kopi juga diharap­kan dapat memberi gambaran sebenarnya mengenai masalah perkopian di Indonesia.
Tujuan dari pada sensus dan survey kopi ini ialah men­dapatkan data statistik kopi yang mencakup keadaan tanaman, produktivitas, keadaan sosial ekonomi petani kopi, dan data mengenai konsumsi serta pemasaran kopi, untuk dapat diper­gunakan bagi perumusan kebijaksanaan pemerintah dalam sektor budi-daya kopi.
Berdasarkan hasil sensus penduduk 1971 dan biaya yang tersedia, maka wilayah yang mencakup dalam sensus dan survey kopi 1974 hanya 10 propinsi saja, tetapi ini sudah mencakup hampir 90% dari luas tanaman kopi rakyat. Pro­pinsi-propinsi tersebut adalah DI Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Dari seluruh kegiatan, yang telah direalisir dalam tahun 1974/75 ialah penyusunan quesionaire dan manual untuk pilot survey kemudian penyelenggaraan sensus percobaan (pilot sensus) di daerah Malang (Jawa Timur) dan Lahat (Sumatera Selatan). Mengadakan evaluasi hasil Pilot survey dan penyusunan quesionaire dan manual untuk sensus/survey kopi serta pencetakan dan pengirimannya ke daerah-daerah. Kecuali itu telah dilakukan pengerahan petugas-petugas dan pembentukan pusat-pusat latihan di daerah-daerah, yang di­lanjutkan dengan latihan para instruktur pencacah dan peng­awas. Pelaksanaan pencacahan telah dilakukan pada bulan April-Agustus 1974 dan pengolahan hasil sensus/survey kopi yang telah dimulai sejak bulan Oktober 1974, selesai pada bulan Desember 1974.
751j. Sensus Industri 1974/75
Data-data secara terperinci dari sektor usaha perindus­trian dewasa ini masih dirasakan belum lengkap. Sebelum sensus industri 1974/75 telah pernah dilaksanakan sensus pada tahun 1964. Akan tetapi mengingat pesatnya perkem­bangan akhir-akhir ini, maka hasil sensus industri 1964 yang lalu sudah tidak dapat mencerminkan keadaan usaha industri pada waktu ini, baik dalam komposisi, maupun dalam kwan­titas dan penyebarannya. Untuk itu Biro Pusat Statistik me-laksanakan sensus industri yang dimulai pada tahun 1974/75 dan direncanakan dapat selesai sepenuhnya pada tahun 1977 yang akan datang.
Tujuan dari pada sensus industri 1974/75 ialah untuk memperoleh data statistik tentang keadaan dan trend perkem­bangan industri yang meliputi aspek berikut: Pertama, Struk­tur dan peranan sektor ini dalam kehidupan ekonomi, yang mencakup nilai tambah, banyaknya tenaga kerja yang diguna­kan, kapasitas mesin tenaga yang diperinci menurut tiap ke­lompok jenis industri, daerah dan besarnya usaha. Kedua, gam­baran yang terperinci tentang produk hasil industri dalam ne­geri yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk mengatur pe-nawaran barang dan kapasitas produksi. Ketiga, data tentang input dan output yang diperlukan untuk memperkirakan kebu­tuhan sektor industri akan bahan mentah, bahan penolong, dan sarana lainnya. Keempat, gambaran tentang produktivitas dan efisiensi masing-masing jenis industri yang dapat diperoleh dari sensus ini. Di samping itu hasil sensus ini dapat dipakai sebagai kerangka untuk survey-survey selanjutnya.

Proyek sensus industri ini akan berjalan dari tahun 1974/ 75 sampai dengan tahun 1976/77. Dua tahun pertama, ialah tahun 1974/75 dan 1975/76 dilakukan kegiatan perencanaan, pelaksanaan pencacahan, dan pengolahan. Tahun berikutnya akan dilakukan kegiatan untuk lanjutan pengolahan, tabulasi, publikasi dan analisa.
752k. Proyek Pengembangan Sistem Perstatistikan Nasional
Pemerintah telah meninjau kemungkinan untuk memper­baiki sistem perstatistikan nasional untuk lebih memantapkan fungsi Biro Pusat Statistik sebagai lembaga yang bertanggung jawab di dalam bidang statistik. Untuk itu dibentuklah suatu proyek untuk memperbaiki mutu dan mengusahakan supaya data statistik tersedia secara cepat. Untuk perbaikan ini dikem­bangkan suatu metode yang tepat dan di mana perlu diadakan penyesuaian pengorganisasian.
Tujuan dari pada proyek ini adalah sebagai berikut: Per­tama, dalam jangka pendek untuk lebih memantapkan fungsi Biro Pusat Statistik dalam menyajikan data-data statistik se­cara cepat, tepat dan terpercaya. Kedua, menyempurnakan sis­tem/metode pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisa, termasuk di dalamnya penyempurnaan di bidang perencanaan, organisasi lapangan penyusunan kebijaksanaan dan koordinasi dengan instansi-instansi lain. Ketiga, meningkatkan mutu teh­nis pegawai Biro Pusat Statistik dengan cara mengadakan pro-gram latihan secara terpusat dan terkoordinir di dalam dan di luar negeri dan lebih menyempurnakan sistim management dan organisasi Biro Pusat Statistik. Dalam jangka panjang tu­juannya adalah untuk memungkinkan Biro Pusat Statistik menghasilkan suatu sistim penghitungan produksi dan penda­patan nasional maupun regional dan mengumpulkan dan meng­olah data lain yang menyangkut lapangan social dan ekonomi.
Pada tahun 1974/75 telah dicapai beberapa hal. Perbaikan dalam survey dan sensus pertanian, statistik industri dan konstruksi, statistik perhubungan, statistik harga-harga dan survey biaya hidup, masalah sampling, statistik emografi dan analisanya, statistik perdagangan luar negeri, pendidikan dan latihan statistik, statistik pendapatan nasional, dan perbaikan dalam management dan sistim pengolahan data secara kom­puter.